POJOKSATU.id - Semarang selalu punya ritme yang tenang, namun penuh kejutan rasa. 

Di balik bangunan tua Kota Lama dan hiruk pikuk Simpang Lima, tersimpan kekayaan kuliner yang membuat siapa pun ingin berlama-lama. 

Saat liburan akhir tahun, kota ini menjadi destinasi favorit untuk berburu oleh-oleh khas sekaligus menikmati kuliner yang sedang viral. 

Baca Juga: TPG Belum Cair di 2025, Apakah Bisa Masuk Pembayaran 2026? Ini Penjelasan Aturan dan Prosedurnya

Perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, dan kolonial terasa kuat dalam setiap sajian, menghadirkan pengalaman rasa yang hangat dan berkesan.

Berikut 10 rekomendasi oleh-oleh dan wisata kuliner terbaik Semarang yang layak dinikmati saat liburan akhir tahun.

1. Lumpia Gang Lombok

Lumpia Gang Lombok di Jalan Gang Lombok No.11 menjadi ikon kuliner Semarang yang tak tergantikan. 

Baca Juga: Tembus Rp70 Miliar! Infak Jum’at Muhammadiyah Bikin Heboh, Dana Mengalir Deras untuk Korban Bencana!

Lumpia di sini dibuat dengan isian rebung segar, telur, dan daging ayam atau udang, dibungkus kulit tipis lalu digoreng hingga renyah. 

Suasana kawasan Pecinan yang ramai menambah kesan autentik saat menikmati lumpia hangat. 

Baca Juga: Bukan Cuma Dirut! Polisi Buka Peluang Tersangka Baru di Tragedi Terra Drone

Harga per buah bervariasi, dan tersedia pula versi basah untuk oleh-oleh.

2. Lumpia Mbak Lien

Masih di kawasan Pecinan, Lumpia Mbak Lien menjadi alternatif populer yang sering viral di media sosial. 

Rasanya cenderung lebih ringan dengan aroma rebung yang tidak menyengat. 

Baca Juga: Bencana Alam Sumatera: Ketika Alam Bersuara, Kita Diuji Nurani

Tempatnya sederhana, namun selalu dipadati wisatawan yang rela antre. Lumpia dikemas rapi sehingga aman dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

3. Bandeng Juwana Elrina

Untuk oleh-oleh tahan lama, Bandeng Juwana Elrina di Jalan Pandanaran No.57 adalah pilihan utama. 

Bandeng presto di sini dimasak hingga durinya lunak, lalu dibumbui rempah khas yang meresap sampai ke dalam daging. 

Baca Juga: Krisis Sampah Ciputat Memuncak! Warga Terpaksa Angkut Sampah Sendiri

Suasana tokonya ramai dan lengkap dengan berbagai varian bandeng olahan. Harga menyesuaikan ukuran dan jenis kemasan.

4. Wingko Babat Cap Kereta Api

Wingko babat menjadi camilan klasik khas Semarang yang selalu dicari. 

Wingko Babat Cap Kereta Api di kawasan Jalan Pandanaran menawarkan wingko dengan tekstur legit, aroma kelapa yang kuat, dan rasa manis yang pas. 

Baca Juga: 10 Rekomendasi Oleh-Oleh dan Kuliner Viral Surabaya yang Wajib Dicoba Saat Liburan Akhir Tahun

Cocok dinikmati sebagai teman minum teh sore atau dibagikan sebagai buah tangan keluarga.

5. Moaci Gemini

Moaci Gemini di Jalan Gang Pinggir No.24 dikenal sebagai jajanan manis khas Semarang yang kembali viral. 

Kue berbahan tepung ketan ini berisi kacang tumbuk dengan gula, dibalut taburan tepung sangrai. Teksturnya kenyal dan lembut. Lokasinya berada di gang kecil Pecinan, memberi pengalaman kuliner yang unik dan berkesan.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Ajak Makom Albab Perkuat Dakwah Ahlussunnah

6. Tahu Gimbal Pak Eddy

Tahu gimbal menjadi kuliner khas Semarang yang wajib dicoba. Salah satu yang terkenal berada di kawasan Jalan Pahlawan. 

Seporsi tahu gimbal berisi tahu goreng, bakwan udang, lontong, dan kol yang disiram bumbu kacang dengan sentuhan petis. 

Rasanya gurih, sedikit manis, dan sangat mengenyangkan. Suasana warung sederhana namun selalu ramai.

Baca Juga: TPG TW 3 dan 4 Kapan Cair? Ini Update Terbaru, Proses Pencairan, dan Saran bagi Guru di Akhir 2025

7. Soto Bangkong

Soto Bangkong di Jalan Brigjen Katamso No.1 menawarkan soto ayam berkuah bening dengan rasa ringan dan segar. 

Disajikan dengan suwiran ayam, bihun, dan taburan bawang goreng, soto ini cocok dinikmati kapan saja. 

Tempatnya bersih dan nyaman, sering menjadi pilihan sarapan wisatawan.

Baca Juga: Utang Ratusan Juta Tak Kunjung Lunas, Emosi Meledak hingga Mobil Dirusak di Depan Umum

8. Babat Gongso Pak Karmin

Babat gongso adalah kuliner malam khas Semarang yang kaya bumbu. 

Babat Gongso Pak Karmin di kawasan Simpang Lima menyajikan babat sapi yang dimasak dengan kecap dan rempah hingga empuk. 

Rasanya gurih-manis dengan aroma khas yang menggoda. Warung ini biasanya ramai saat malam, menghadirkan suasana hangat dan bersahabat.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Tetap Pakai CAT! Fresh Graduate Diunggulkan, Ini Standar dan Tips Lolos

9. Es Cong Lik

Setelah menjelajah kuliner berat, Es Cong Lik di Jalan KH Ahmad Dahlan menjadi pelepas dahaga yang legendaris. 

Minuman ini berisi alpukat, tape, kelapa muda, dan cincau yang disiram susu dan sirup. 

Rasanya manis dan segar, cocok dinikmati saat siang atau sore hari. Tempatnya sederhana namun selalu penuh pengunjung.

Baca Juga: Pemerintah Arahkan CPNS 2026 ke Pendidikan dan Kesehatan! Fresh Graduate Jadi Sasaran Rekrutmen

10. Kawasan Kuliner Pandanaran dan Kota Lama

Menutup perjalanan rasa di Semarang, kawasan Jalan Pandanaran dan Kota Lama menjadi pusat oleh-oleh dan kuliner yang selalu hidup. 

Di sini, wisatawan bisa menemukan lumpia, bandeng presto, wingko, hingga kafe modern dengan nuansa bangunan kolonial. 

Suasana malam yang hangat dan estetik membuat kawasan ini tak hanya soal makan, tetapi juga pengalaman wisata yang lengkap. 

Baca Juga: Masa Depan PPPK Paruh Waktu Ditentukan Evaluasi Kinerja, Ini Ketentuan Resmi MenPAN-RB

Semarang selalu meninggalkan kesan yang tenang namun melekat. 

Dari gurihnya lumpia hingga manisnya wingko, setiap kuliner menyimpan cerita tentang kota pelabuhan yang ramah dan kaya budaya. 

Liburan akhir tahun pun terasa lebih lengkap ketika Semarang menjadi bagian dari perjalanan pulang membawa rasa dan kenangan. ***