POJOKSATU.id - Double cleansing sering disebut sebagai langkah penting dalam rutinitas skincare, terutama untuk kulit berjerawat.
Istilah double cleansing merujuk pada teknik membersihkan wajah dua tahap: pertama dengan pembersih berbasis minyak atau micellar water, kemudian dilanjut dengan pembersih berbasis air.
Bagi kulit yang rentan berjerawat, metode ini dipercaya mampu menghapus minyak, sunscreen, makeup, dan kotoran yang menyumbat pori sehingga potensi jerawat bisa diminimalkan.
Seiring meningkatnya kepedulian pada kesehatan kulit, double cleansing mulai banyak dibahas.
Namun perlu diperhatikan bahwa teknik ini tidak selalu cocok untuk semua orang.
Efektivitas dan keamanannya sangat bergantung pada jenis kulit, pemilihan produk, dan cara penggunaan.
Apa Itu Double Cleansing dan Bagaimana Cara Kerjanya
Double cleansing adalah metode pembersihan wajah dua tahap.
Langkah pertama menggunakan pembersih berbasis minyak seperti cleansing oil, cleansing balm, atau micellar water.
Tujuan utamanya adalah melarutkan minyak berlebih, sunscreen, makeup, dan residu lain di permukaan kulit.
Langkah kedua memakai pembersih berbasis air, facial wash, gel, atau foam untuk mengangkat sisa minyak, kotoran, dan sel kulit mati yang mungkin tertinggal.
Baca Juga: Ketahui pH Kulit, Faktor Penting Skincare yang Masih Sering Diabaikan
Dengan demikian, kulit dianggap lebih bersih secara menyeluruh dibanding satu kali cuci muka biasa.
Pori lebih bersih, residu terangkat, dan produk perawatan berikutnya bisa menyerap lebih baik.
Potensi Manfaat Double Cleansing untuk Kulit Berjerawat
1. Mengangkat Minyak Berlebih dan Kotoran yang Menyumbat Pori
Untuk kulit berminyak atau rentan jerawat, minyak berlebih dan kotoran yang menempel bisa menjadi pemicu utama pori tersumbat.
Double cleansing membantu mengangkat sebum, sunscreen, dan polusi, faktor penyumbat pori sehingga dapat menurunkan risiko jerawat.
Beberapa praktisi skincare melaporkan bahwa kulit terasa lebih bersih dan pori tampak lebih ramping setelah double cleansing rutin pada malam hari.
Baca Juga: Mengapa TPG Akan Dibayar Setiap Bulan? Ini Alasannya Menjadi Prioritas Pemerintah
2. Membantu Produk Skincare Berikutnya Bekerja Lebih Efektif
Setelah wajah benar-benar bersih, serum, pelembap, atau obat jerawat bisa lebih mudah menembus kulit.
Hal ini meningkatkan efektivitas perawatan jerawat atau produk perawatan kulit lainnya.
3. Mengurangi Jerawat yang Dipicu oleh Sisa Makeup, Sunscreen, atau Polusi
Bagi mereka yang menggunakan sunscreen, makeup, atau tinggal di lingkungan berpolusi, residu dapat menempel lama di kulit.
Double cleansing membantu memastikan residu ini benar-benar terangkat sebelum tidur, mengurangi kemungkinan penyumbatan pori dan iritasi.
Baca Juga: Kemenpar Siapkan 65 Paket Wisata untuk Dongkrak Pergerakan Wisatawan di Libur Nataru 2025
Risiko dan Kekurangan Double Cleansing untuk Kulit Berjerawat
1. Potensi Iritasi, Pengeringan, dan Kerusakan Skin Barrier
Double cleansing dapat terlalu bersih jika produk yang dipakai terlalu keras atau frekuensinya berlebihan.
Penggunaan pembersih berbahan keras, alkohol, atau surfaktan kuat bisa merusak skin barrier kulit.
Kelembapan alami kulit bisa berkurang.
Kulit bisa terasa kering, kemerahan, atau mudah iritasi kondisi ini bahkan bisa memicu jerawat jika skin barrier terganggu.
2. Risiko Pemilihan Produk yang Tidak Tepat
Tidak semua pembersih minyak cocok, jenis minyak tertentu bisa menyumbat pori (comedogenic), misalnya minyak berat atau pembersih dengan pewangi keras.
Sebuah penelitian di kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa penggunaan double cleanser berbasis minyak terkait dengan angka kejadian jerawat yang lebih tinggi dibanding micellar water atau cleansing balm.
Baca Juga: Hoerudin Amin Buka Suara! Honorer Tidak Bisa Dihapus, Ancaman Kekosongan Guru Jika Pemerintah Nekat
3. Over Cleansing Jika Dilakukan Terlalu Sering
Double cleansing tidak harus dilakukan setiap hari.
Melakukannya terlalu sering atau bahkan dua kali sehari meningkatkan risiko kulit kehilangan minyak alami dan menjadi kering atau sensitif.
Bagi sebagian orang, terutama dengan kulit kering atau sensitif, satu kali cuci wajah dengan cleanser lembut sudah cukup.
Cara Melakukan Double Cleansing dengan Aman untuk Kulit Berjerawat
Pilih pembersih minyak ringan dan non-comedogenic sebagai langkah pertama, seperti cleansing oil berbasis jojoba atau grapeseed, atau micellar water.
Langkah kedua gunakan pembersih berbasis air dengan formula lembut, bebas alkohol dan surfaktan keras.
Baca Juga: Hari Kelima Bencana, 4 Jalur Menuju Desa-desa di Tapteng Belum Bisa Dilalui Kendaraan dan Logistik
Lakukan double cleansing hanya di malam hari, terutama setelah memakai sunscreen, makeup, atau terpapar polusi.
Di pagi hari, cukup bilas dengan air atau gunakan cleanser ringan jika perlu.
Setelah double cleansing, gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
Hal ini penting agar skin barrier tetap terjaga.
Jika kulit terasa kering, sensitif, atau sering berjerawat, sebaiknya kurangi frekuensi, misalnya 2-3 kali seminggu, bukan setiap hari.
Double Cleansing Bisa Penting, Tapi Tak Selalu Wajib
Double cleansing menawarkan manfaat nyata bagi kulit berminyak atau rentan jerawat, terutama dalam mengangkat sebum, sisa sunscreen/makeup, dan polusi.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 14 Kendaraan di Cikampek Karawang, 2 Tewas dan 5 Luka-Luka
Namun, teknik ini bukan solusi universal.
Risiko iritasi, pengeringan, dan jerawat justru meningkat jika dilakukan dengan produk tidak tepat atau terlalu sering.
Kunci dari keberhasilan double cleansing terletak pada pemilihan produk yang sesuai, frekuensi yang bijak, serta memperhatikan reaksi kulit.
Bagi banyak orang dengan kulit berjerawat dan sering terpapar polusi atau produk makeup, double cleansing malam hari bisa menjadi langkah penting.
Sedangkan untuk kulit sensitif, kering, atau yang tak terlalu terpapar polusi, satu kali pembersihan lembut sudah cukup.
Teknik ini bisa menjadi pedang bermata dua, manfaat besar jika dilakukan dengan tepat, tetapi bisa berbahaya jika asal-asalan.***




