POJOKSATU.id, TAPTENG—Gubernur Sumut Bobby Nasution mengungkap jalur menuju desa-desa di Tapanuli Tengah (Tapteng) belum bisa dilalui kendaraan dan bantuan logistik.

Tim bantuan sedang berusaha menggapai desa-desa yang masih terisolir tersebut.

Diketahui, Sabtu (29/11) merupakan hari kelima pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) atau sejak Selasa (25/11) lalu.

“Saat ini masih banyak warga yang masih terisolir karena akses jalan terputus. Dikarenakan empat jalur menuju desa-desa di Tapanuli Tengah belum dapat dilalui,” kata Bobby di Instagram miliknya @bobbynst, Sabtu.

“Kami kini sedang berusaha untuk membuka jalur darurat agar bantuan logistik bisa segera menjangkau wilayah yang terdampak paling parah,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Rumah Dinasnya Terendam, Bobby Nasution Tetapkan Sumut Tanggap Darurat Bencana Hingga 10 Desember

Menurutnya, di tengah kepungan banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Tengah, para korban telah dievakuasi ke Posko Pengungsian di GOR Pandan, tempat warga mencoba bertahan sambil menunggu keadaan membaik.

Kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, listrik, dan layanan kesehatan sudah tersedia.

“Kami juga mengupayakan tambahan makanan selain mie instan, menghadirkan fasilitas wifi, serta memenuhi kebutuhan khusus bagi ibu dan anak-anak agar mereka tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Berita sebelumnya, ratusan orang meninggal dunia akibat bencana longsor dan banjir bandang di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar).

Baca Juga: Kemenpar Siapkan 65 Paket Wisata untuk Dongkrak Pergerakan Wisatawan di Libur Nataru 2025

Namun hingga lima hari pasca bencana atau Sabtu (29/11) belum ada penetapan ini merupakan bencana nasional.

Banjir dan longsor yang terjadi sejak Selasa (25/11) menyebabkan 177 orang meninggal di tiga provinsi ini. Sementara sebanyak 79 orang masih hilang dan ribuan KK mengungsi.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap alasan pemerintah belum menetapkan bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera sebagai bencana nasional.

Menurut Suharyanto, bencana ini masih masuk kategori bencana daerah tingkat provinsi.

“Status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19 dan Tsunami Aceh 2004,” ucap Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube resmi BNPB, Jumat, 28 November 2025.***