POJOKSATU.id — Gangguan kecemasan adalah kondisi mental seseorang yang memiliki kecemasan berlebihan dan berlarut hingga mengganggu aktivitas.

Kondisi ini dapat juga disebut dengan Anxiety Disorder. Dimana, perasaan cemas yang diderita bisa muncul tiba-tiba dan sangat intens, bahkan saat tidak ada ancaman nyata.

Secara umum, gangguan kecemasan ditemukan lebih tinggi terjadi pada perempuan daripada laki-laki.

Kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala fisik, seperti jantung berdebar, sesak napas, mual, dan gemetar.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Pilih! Inilah Jenis Sunscreen yang Sesuai Tipe Kulitmu

Banyak faktor penyebab dari gangguan kecemasan, yakni faktor genetik, stress, trauma lingkungan, hormon dan variabel psikologis, dan lainnya.

Gejala psikologis dari kondisi ini, antara lain kecemasan berlebihan, pikiran negatif yang berulang, kesulitan tidur, mudah merasa marah, dan lain sebagainya.

Gangguan kecemasan yang berlebihan atau anxiety disorder harus segera diatasi untuk menghindari dampak buruk yang terjadi.

Dampak anxiety disorder yang tidak ditangani, antara lain munculnya gangguan kesehatan mental lain, penurunan kualitas hidup, masalah kesehatan fisik, penyalahgunaan zat, hingga risiko mengakhiri hidup sendiri.

Baca Juga: Lulusan SMK Bandung Banyak Menganggur, Disnaker Soroti Kesenjangan Keahlian dengan Kebutuhan Industri

Oleh karena itu, pentingnya mengatasi gangguan kecemasan berlebihan. Berikut cara mengatasi gangguan kecemasan.

1. Terapkan Pola Hidup Sehat

Penerapan gaya hidup sehat diperlukan untuk menekan terjadinya gangguan kecemasan.

Jika diri sendiri mulai merasa terganggu dengan kecemasan yang berlarut, alangkah lebih baik untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Pola hidup sehat yang dapat diterapkan, yakni mulai dari tidur yang cukup karena kurangnya tidur dapat memperburuk kondisi kecemasan.

Lakukan olahraga secara teratur, aktivitas fisik dapat melepas hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati kita jadi lebih baik.

Baca Juga: Melda Safitri Buka Semuanya di Podcast Densu, Untuk Makan Saja Dia Bahkan Harus Ketok Rumah Tetangga

Atur pola makan supaya seimbang, sebaiknya hindari konsumsi alkohol, kafein, dan gula yang berlebihan.

Serta batasi paparan stres, dengan berani berkata “tidak”, atur waktu untuk istirahat, dan cari dukungan sosial.

Melakukan relaksasi mandiri pun dapat mengurangi kecemasan, yakni dengan meditasi, lakukan latihan pernapasan, dan yoga atau relaksasi otot.

2. Dukungan Sosial

Bagi perasaan kepada orang terdekat dan dipercaya sebagai support system untuk membantu meredakan gangguan kecemasan.

Baca Juga: PPG Guru Tertentu Tahap 4 Tahun 2025 : Menyasar 82.477 Tenaga Pendidik di 39 Wilayah, Berikut Mekanismenya

Mengisolasi diri terkadang malah memperburuk keadaan mental seseorang. Oleh karena itu, dengan adanya support system dapat mengungkapkan perasaan sedih dan cemas hingga berangsur membaik.

Dukungan sosial juga dapat mengatasi stres karena memiliki sosok yang peduli dan suportif dapat membantu seseorang untuk lebih mampu menghadapi tekanan yang ada.

3. Lakukan Psikoterapi

Psikoterapi ditujukan untuk siapa saja yang menyadari bahwa dirinya memiliki masalah psikologis dan berisiko tinggi mengalami gangguan mental.

Jika mengalami gangguan kecemasan yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, segera mencari pertolongan pada psikolog untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Bio Farma Jadi Co-Host Annual General Meeting 2025 DCVMN di Hadapan Perwakilan 17 Negara Asia

Mengatasi anxiety disorder membutuhkan pendekatan yang holistik dan konsisten. Beberapa cara penanganannya, antara lain Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yakni terapi dengan membantu penderita mengenali pola pikir negatif dan menggantinya menjadi pikiran positif.

Selain itu, ada terapi eksposur yang merupakan terapi dengan membantu penderita menghadapi objek atau situasi yang ditakuti secara bertahap hingga kecemasan berkurang.

Terakhir ada Acceptance and Commitment Therapy (ACT), yang merupakan jenis terapi dengan membantu penderita belajar menerima pikiran dan rasa cemas tanpa menghakimi dan tetap berkomitmen pada nilai-nilai hidup mereka.

4. Pengobatan

Gangguan kecemasan yang berlebihan sudah di tingkat abnormal, maka akan diarahkan untuk melakukan pengobatan dengan dokter atau psikiater.

Baca Juga: Buruan Daftar! Beasiswa EduZi Scholarship 2025 Buka Kesempatan, Ada Benefit Menarik Biaya Pendidikan hingga Lulus dan Peluang Kerja

Psikiater akan meresepkan obat antidepresan, benzodiazepine, atau beta-blocker untuk membantu mengurangi gejala anxiety atau kecemasan.

Penggunaan obat-obatan ini harus di bawah pengawasan medis karena memiliki efek samping dan risiko ketergantungan.

Gangguan kecemasan yang berlebihan atau anxiety disorder harus segera ditangani dengan baik untuk menghindari kondisi yang lebih buruk.

Selain harus mengenali kondisi emosional diri sendiri, perlunya kesadaran untuk menangani gangguan kecemasan baik itu masih dalam kondisi yang normal maupun kondisi abnormal.

Baca Juga: Sukses Kandaskan Persiraja dengan 10 Pemain, PSMS Naik ke Posisi Dua Klasemen Sementara Grup 1

Jangan ragu dan takut untuk memanggil bantuan dan menghubungi orang terdekat dan tenaga ahli supaya gangguan mental dialami dapat segera teratasi. ***