POJOKSATU.id – Pengunaan tabir surya atau sunscreen sangat penting khususnya di Indonesia sebagai negara tropis.

Rata-rata, indeks UV di Indonesia umumnya tinggi dan dapat dibilang ekstrem, yakni di angka 8-10 hingga 11+. Terutama di waktu puncak matahari antara pukul 10 pagi hingga 4 sore.

Pentingnya penggunaan tabir surya atau sunscreen untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV.

Sinar UV memiliki banyak dampak negatif pada kulit kita. Dampak negatifnya, yakni kulit terbakar, kulit belang, dan kulit kemerahan.

Baca Juga: Sukses Kandaskan Persiraja dengan 10 Pemain, PSMS Naik ke Posisi Dua Klasemen Sementara Grup 1

Bahkan dampak negatif dalam jangka panjang dapat membuat penuaan dini dan peningkatan risiko kanker kulit.

Karena itu penting untuk memilih tabir surya atau sunscreen berdasarkan jenisnya yang sesuai dengan tipe kulit.

1. Physical Sunscreen

Physical sunscreen adalah jenis tabir surya yang bekerja dengan cara memantulkan sinar UV.

Ini umumnya memiliki tekstur yang lebih kental dengan berbahan dasar Titanium dioksida dan Zinc oksida.

Physical sunscreen adalah tabir surya yang aman untuk segala jenis kulit dan aman untuk segala usia.

Penggunaannya minim iritasi bagi kulit sehingga cocok untuk kulit yang sensitif.

Umumnya, jenis ini dapat meninggalkan white cast atau lapisan putih setelah penggunaannya.

Berikut rekomendasi physical sunscreen, yakni Acnes UV Tint SPF 35+++, Azarine Tone Up SPF 50 PA++++, dan Somethinc Holyshield SPF 50 PA++++.

Baca Juga: Buruan Daftar! Beasiswa EduZi Scholarship 2025 Buka Kesempatan, Ada Benefit Menarik Biaya Pendidikan hingga Lulus dan Peluang Kerja

2. Chemical Sunscreen

Chemical sunscreen adalah jenis tabir surya yang bekerja dengan sebagian besar menyerap sinar UV.

Ini umumnya memiliki tekstur yang lebih ringan hingga cair daripada physical sunscreen.

Bahan dasar yang terkandung dalam chemical sunscreen, yakni oxybenzone, avobenzone, octocrylene, octinoxate, ensulizole, enzacamene, homosalate, dan lain-lain.

Penggunaan tabir surya lebih mudah menyerap dan tidak meninggalkan lapisan putih atau white cast.

Chemical sunscreen umumnya lebih aman untuk tipe kulit normal dan berminyak.

Jenis tabir surya ini tidak dianjurkan untuk yang memiliki tipe kulit sensitif karena dapat memicu alergi dan iritasi.

Berikut rekomendasi chemical sunscreen, yakni Wardah UV Shield SPF 50 PA++++, Biore Aqua Rich SPF 50 PA++++, dan Azarine Hydrasoo The SPF 50 PA++++.

Baca Juga: Lulusan SMK Bandung Banyak Menganggur, Disnaker Soroti Kesenjangan Keahlian dengan Kebutuhan Industri

3. Hybrid Sunscreen

Hybrid sunscreen adalah gabungan antara physical dan chemical sunscreen.

Jenis tabir surya ini bekerja dengan menyerap dan memantulkan sinar UV.

Hybrid sunscreen umumnya memiliki tekstur yang ringan dan mudah menyerap di kulit.

Karena jenis tabir surya ini mengombinasikan dua jenis tabir surya, maka hybrid sunscreen cocok untuk segala jenis kulit karena minim iritasi.

Berdasarkan teksturnya yang ringan, hybrid sunscreen minim dalam meninggalkan lapisan putih pada kulit atau white cast.

Berikut rekomendasi hybrid sunscreen, yakni Skin Aqua Moisture SPF 50 PA+++, I Trust Nature SPF 50 PA+++, dan Avoskin Sunscreen SPF 50 PA++++.

Baca Juga: PPG Guru Tertentu Tahap 4 Tahun 2025 : Menyasar 82.477 Tenaga Pendidik di 39 Wilayah, Berikut Mekanismenya

Pemilihan jenis tabir surya atau sunscreen yang tepat sangat penting untuk kebutuhan kulit kita.

Jangan lupa untuk selalu memakai sunscreen setiap hari untuk melindungi kulit dari paparan jahat sinar UV. ***