POJOKSATU.id, BEDONG bayi masih menjadi tradisi di banyak keluarga Indonesia. Balutan kain yang melingkari tubuh mungil bayi dipercaya memberi rasa aman karena menyerupai suasana dalam rahim.

Bagi ibu muda yang baru melahirkan, membedong bayi bisa jadi tantangan tersendiri—antara ingin memberi kenyamanan, tapi khawatir salah langkah.

Membiasakan bayi dengan bedong memang bermanfaat.

Bayi biasanya tidur lebih nyenyak, tidak mudah kaget, dan lebih tenang.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Saham, sang Founder HYBE Bang Si Hyuk Resmi Dicekal dari Perjalanan Luar NegeriBaca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Saham, sang Founder HYBE Bang Si Hyuk Resmi Dicekal dari Perjalanan Luar Negeri

Namun, penting untuk dipahami: cara bedong yang salah justru bisa berisiko pada kesehatan bayi, mulai dari hambatan perkembangan kaki hingga masalah pernapasan.

Panduan Membedong Bayi yang Benar

Berikut langkah mudah yang bisa diikuti ibu muda ketika belajar membedong:

1.Siapkan kain bedong

Gunakan kain katun tipis, lembut, dan menyerap keringat.

Letakkan di permukaan rata dengan posisi mirip segitiga.

2. Posisikan bayi

Letakkan bayi dengan hati-hati di tengah kain.

Pastikan bagian atas kain sejajar dengan bahu bayi.

Baca Juga: Viral Konvoi Yamaha Nmax Hadang Bus di Ciwidey, Warganet Kecam Bahaya Arogansi di Jalan Raya

3. Mulai melipat sisi kain

Luruskan tangan kiri bayi, lalu tarik kain sisi kiri menutupinya hingga ke dada.

Selipkan dengan lembut di punggung.

4. Lipat bagian bawah

Tarik kain bagian bawah ke arah bahu.

Jangan terlalu ketat, beri ruang di area kaki agar bayi bisa bergerak bebas.

5. Tutup dengan sisi kanan kain

Tarik kain sisi kanan menutupi tubuh, lalu selipkan dengan rapi di punggung.

Pastikan wajah bayi tetap terlihat jelas.

Baca Juga: GAWAT! Insentif Rp100 Ribu per Hari Guru Honorer jadi PIC MBG Bisa jadi 7 BOM WAKTU SIAP MELEDAK, yang Terakhir Bisa Bikin Sengsara Guru

Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Muda

Meski terlihat sederhana, ada beberapa poin penting yang perlu jadi perhatian khusus:

1. Tidurkan bayi telentang

Posisi telentang lebih aman dibanding tengkurap untuk mencegah risiko sudden infant death syndrome (SIDS).

2. Gunakan kain nyaman

Pilih bahan yang lembut dan tidak membuat bayi kepanasan.

3. Cek suhu tubuh bayi setiap beberapa jam

4. Jangan terlalu kencang

Bedong yang terlalu ketat bisa mengganggu pernapasan atau menghambat perkembangan pinggul dan kaki bayi.

Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Panggil 195 PPPK Formasi 2024 untuk Tanda Tangan Perjanjian Kerja, Ini Daftar Dokumen yang Wajib Dibawa

5. Perhatikan kebebasan tangan

Jika bayi terlihat tidak nyaman, coba biarkan tangannya berada di luar kain.

Beberapa bayi lebih tenang dengan posisi ini.

6. Berhenti saat bayi mulai berguling

Biasanya di usia dua bulan, bayi mulai aktif berguling.

Bedong sebaiknya dihentikan karena bisa meningkatkan risiko SIDS bila bayi terbalik saat tidur.

Kapan Sebaiknya Tidak Perlu Membebdong?

Tidak semua bayi cocok dengan bedong.

Jika bayi tampak rewel setiap kali dibedong, atau menunjukkan tanda sesak napas, sebaiknya hentikan.

Bedong juga bisa dilepas saat bayi menyusu agar tangannya bebas bergerak dan berinteraksi dengan ibu.

Baca Juga: Insiden Kekerasan terhadap Jurnalis di SPPG Pasar Rebo: Sorotan Baru Transparansi Program MBG

Bedong bayi adalah seni mengasuh dengan sentuhan tradisi yang masih relevan hingga kini.

Dengan teknik yang tepat, ibu muda tidak perlu ragu membedong buah hati.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Ingat, kenyamanan dan keamanan bayi selalu menjadi prioritas utama. Jika masih ragu, konsultasikan pada bidan atau dokter anak. ***