POJOKSATU.id — Masyarakat Indonesia kian pesimis dalam mencari pekerjaan di dalam negeri.

Situasi ini terlihat dari semakin banyaknya seruan untuk bekerja ke luar negeri sebagai jalan keluar di tengah sulitnya persaingan pasar kerja dalam negeri.

Penurunan keyakinan publik terhadap kondisi ekonomi turut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kembali berada di zona pesimis dan sejalan dengan meningkatnya jumlah pengangguran.

Baca Juga: DPD RI Desak Kapolri Bongkar Dalang Kerusuhan, Jangan Hanya Pelaku Lapangan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia per Februari 2025 berada di angka 4,76%.

Secara persentase memang turun tipis 0,06% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Namun, secara jumlah justru naik.

Pada Februari 2025, tercatat ada 7,28 juta orang menganggur, lebih tinggi dari Februari 2024 yang berjumlah 7,20 juta orang.

Baca Juga: Kemendikdasmen Tuntaskan Pembangunan 11.179 Sekolah Rusak Bentuk Revitalisasi Sekolah

Artinya, ada tambahan sekitar 800 ribu pengangguran baru dalam setahun terakhir.

Kelompok usia muda menjadi penyumbang terbesar pengangguran di Indonesia.

Dari total 7,28 juta penganggur, sebanyak 3,55 juta berasal dari Gen Z berusia 15–24 tahun.

Disusul oleh kelompok usia 25–34 tahun dengan 1,94 juta orang.

Baca Juga: Pomdam Jaya Tetapkan Kopral Dua TNI Feri Herianto Tersangka Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

Sementara itu, pengangguran di usia produktif 35–44 tahun mencapai 684 ribu orang, usia 45–54 tahun sebanyak 528 ribu orang, usia 55–64 tahun sebesar 416,1 ribu orang, dan kelompok usia lanjut 65 tahun ke atas sekitar 160,3 ribu orang.

Kondisi ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi dunia kerja Indonesia.

Minimnya lapangan kerja baru, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, hingga ketatnya persaingan tenaga kerja menjadi faktor utama yang membuat masyarakat semakin sulit mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Menang Tipis 1-0, Persib Bandung Menang Lagi dari Persebaya, Uilliam Barros Buktikan Ketajaman di GBLA, Kartu Merah Dikeluarkan!

Alhasil, sebagian besar masyarakat kini melihat bekerja di luar negeri sebagai opsi yang lebih realistis dibandingkan harus bertahan menghadapi kerasnya pasar kerja dalam negeri.***