POJOKSATU.id — Jangan terburu-buru mendaftarkan anak ke sekolah, ya!
Sebelum itu, penting banget buat para orangtua mengenali terlebih dahulu kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kenapa? Karena di PAUD itu bukan sekadar formalitas, tapi investasi jangka panjang yang akan membentuk fondasi kesuksesan anak di masa depan.
Nah, biar nggak salah pilih sekolah untuk si kecil, yuk pelajari dulu apa saja yang harus diperhatikan sebelum menentukan lembaga pendidikan anak usia dini atau pre-school.
Banyak orangtua masih bingung memilih, padahal ada beberapa faktor penting yang bisa jadi penentu apakah si kecil akan merasa nyaman belajar, atau malah stres di sekolah.
Sesuaikan dengan Gaya Belajar Anak
Dilansir dari berbagai literatur, pendidikan terbaik akan tercapai saat metode dan sistem pembelajaran sesuai dengan gaya belajar anak.
Baca Juga: Fakta Bahasa : Sudah Tahu Arti Kata Gerhana? Jangan Salah, Bahasa Indonesia Memaknai Begini di KBBI
Makanya, sebelum buru-buru daftar, orangtua perlu kenali dulu kemampuan dan kebutuhan si kecil.
Kalau sekolahnya cocok, proses belajar jadi menyenangkan dan si anak bisa berkembang secara maksimal tanpa tekanan.
Setelah tahu apa yang dibutuhkan anak, barulah orangtua bisa mulai menilai kualitas pre-school berdasarkan empat hal utama ini:
Baca Juga: Sentuhan Kasih Pj Gubernur Papua, Bawa Harapan dan Bantuan ke Panti Asuhan Biak
1. Tenaga Pendidik yang Cakap dan Peduli
Guru adalah kunci utama. Nggak cukup hanya berpendidikan, guru PAUD harus punya kemampuan untuk membuat anak merasa nyaman dulu di kelas.
Kalau anak sudah nyaman, mereka akan percaya sama gurunya.
Dan kalau sudah ada rasa percaya, belajar pun jadi lebih mudah.
Menurut Len, Koordinator Guru Early Years di Sinarmas World Academy, guru yang baik juga bisa mengenali perkembangan anak, tahu kapan mereka kesulitan, dan nggak ragu berkomunikasi ke orangtua kalau ada masalah.
Ini penting supaya orangtua bisa ikut mendukung proses belajar si kecil di rumah.
2. Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Sekolah harus punya fasilitas yang sesuai dengan usia anak.
Misalnya, meja dan kursi seukuran tubuh anak, supaya mereka bisa mengambil barang sendiri tanpa tergantung orang dewasa.
Ruang kelas juga harus cukup luas, jangan sampai penuh sesak.
Menurut Kelly, Co-Principal Early Years SWA, jumlah anak dalam satu kelas sebaiknya 6–15 anak saja.
Tujuannya biar guru bisa lebih fokus memperhatikan perkembangan masing-masing anak.
Baca Juga: Tampang Yunus, Pelaku Pembunuhan Siswi SMAN 1 Natal yang Dikubur di Kebun Sawit Madina
3. Nilai Dasar dan Filosofi Sekolah
Ini yang sering dilupakan orangtua: nilai dan filosofi sekolah. Padahal ini berpengaruh besar ke cara guru mengajar dan bagaimana anak belajar di kelas.
Pastikan nilai-nilai sekolah selaras dengan karakter anak. Kalau cocok, proses adaptasi jadi lebih mudah, dan anak pun bisa berkembang dengan maksimal.
4. Kurikulum yang Tepat Sesuai Tahapan Usia
Kurikulum bukan cuma soal mata pelajaran, tapi juga pendekatan belajar.
Di Sinarmas World Academy misalnya, mereka memakai dua kurikulum yang disesuaikan dengan usia anak.
Early Years Foundation Stage (EYFS):
Dipakai untuk toddler (0–2 tahun), Nursery (2–3 tahun), Pre-Kindergarten (3–4 tahun), dan Kindergarten 1 (4–5 tahun).
Fokus pada literasi awal terasi awal, matematika dasar, seni, serta pengenalan komputer dan robotik secara menyenangkan.
Baca Juga: Laki Code 2025: Adu Kencang, Modif Gahar, dan Gaya Hidup Maskulin dalam Satu Panggung
Cambridge Primary Curriculum Stage 1:
Materi ini digunakan untuk kelas Kindergarten 2 (5-6 tahun).
Anak mulai dikenalkan pada ilmu pengetahuan alam, matematika komputasi, bahasa Inggris, Mandarin, dan seni lebih dalam. Ini menjadi tahap persiapan menuju jenjang Sekolah Dasar.
Peran Orangtua Tetap Penting!
Kurikulum boleh bagus, guru boleh hebat, tapi semua itu enggak akan maksimal kalau orang tua tidak ikut terlibat.
Baca Juga: Laki Code 2025: Adu Kencang, Modif Gahar, dan Gaya Hidup Maskulin dalam Satu Panggung
Menurut Kelly, orangtua harus punya sikap yang suportif, terbuka, dan mau bekerja sama dengan guru.
Komunikasi yang lancar antara rumah dan sekolah jadi kunci agar si kecil bisa tumbuh optimal.
Sebelum menentukan PAUD, orangtua perlu pahami dulu kebutuhan anak dan mencermati kualitas sekolah, guru, nilai dasar, serta kurikulumnya.
Pendidikan anak usia dini itu bukan soal cepat-cepatan masuk sekolah, tapi bagaimana memastikan mereka belajar dengan bahagia, berkembang secara utuh, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. ***




