POJOKSATU.id, MEDAN - Bubur pedas merupakan salah satu makanan khas dari Kota Medan khususnya etnis Melayu Deli.
Makanan ini cukup populer di bulan Ramadan karena memiliki cita rasa yang khas. Selama Ramadan, pihak Mesjid Raya Al-Mashun menyediakan bubur pedas untuk masyarakat.
Pada masa Kesultanan Deli, bubur pedas menjadi sajian yang khas. Di bawah kepemimpinan Tuanku Makmun Al-Rasyid Perkasa Alam Syah, bubur pedas mulai disajikan sebagai santapan bebruka puasa di lingkungan kesultanan.
Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, bubur pedas kini bisa dikonsumsi oleh kalangan manapun.
Meskipun namanya mengandung kata "pedas", sebenarnya bubur ini tidak terlalu pedas. Malah cenderung lebih ke menghangatkan tubuh karena bahan-bahan dan cara penyajiannya yang dikonsumsi ketika panas.
Bubur pedas Deli terbuat dari bahan-bahan utama seperti beras, sayuran seperti daun singkong dan kacang panjang, serta daging sapi atau ayam.
Baca Juga: Membuat Akun Email dan Cara Mengatasi Lupa Kata Sandi Email
Yang membuat cita rasa bubur ini semakin khas ialah penyajiannya yang diberi tambahan anyang yaitu hidangan yang mirip dengan urap namun menggunakan campuran kelapa parut, sayur pakis, dan tauge rebus.
Bumbu rempah yang digunakan pada bubur pedas Deli meliputi jahe, lengkuas, serai, daun salam, bawang merah dan bawang putih. Selain itu, cabai rawit juga menjadi bahan penting untuk memberikan rasa pedas yang khas pada bubur pedas Deli.
Bubur Pedas Deli memiliki rasa yang pedas dan gurih, serta aroma yang khas dari rempah-rempah yang digunakan.
Makanan ini biasanya disajikan dalam mangkuk kecil atau batikar dan disajikan dengan sendok kecil. ***




