POJOKSATU.id - Shio, sebuah bagian penting dari astrologi Tionghoa, memiliki asal-usul yang kaya akan legenda dan tradisi.
Pembentukannya dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno, di mana Dewa dikatakan memanggil 12 hewan untuk membentuk zodiak Tionghoa.
Menurut cerita kuno, Dewa memanggil seluruh hewan ke pertemuan besar. Hanya 12 hewan yang tiba tepat waktu yang terpilih untuk menjadi bagian dari zodiak.
Mereka adalah Tikus, Kerbau, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi.
Baca Juga: Nilai Bansos Capai Rp 496,5 Triliun di Tahun Pemilu 2024, Menkeu Sri Mulyani Beberkan Sumber Uangnya
Urutan kedatangan hewan-hewan ini menentukan urutan shio dalam siklus.
Setiap hewan dalam zodiak Tionghoa membawa karakteristik unik dan simbolisme.
Misalnya, Tikus dianggap cerdik dan pintar, sementara Harimau melambangkan keberanian.
Orang yang lahir dalam tahun tertentu diyakini memiliki sifat-sifat khas hewan tersebut.
Shio digunakan dalam astrologi Tionghoa untuk meramalkan nasib dan karakter seseorang.
Orang Tionghoa sering merujuk pada shio mereka untuk mengetahui kecocokan pasangan, keberuntungan, dan peruntungan masa depan.
Perayaan Tahun Baru Imlek, yang dirayakan di seluruh dunia, seringkali menyoroti shio tahun tersebut.
Tradisi memberikan makna khusus pada tahun tertentu dan merayakan keunikan setiap hewan dalam zodiak.
Baca Juga: Ponpes Al-Muhajirin Sumbang 100 Juta Rupiah untuk Palestina dan Bencana di Indonesia
Dengan perpaduan mitos, simbolisme, dan aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Shio menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Tionghoa yang kaya warisan dan tradisi!***Lulu Maulida



