POJOKSATU.id - Danau dua warna. Pada masa lampau, wilayah ini terkenal dengan industri pertambangan timah dan areanya luas dan bebas memilih spot untuk berfoto.

Lebih menariknya lagi, danau ini menampilkan dua nuansa warna yang memukau, yakni biru dan hijau.

Pertemuan antara warna putih dari tanah di sekitarnya dan warna air yang kontras dari danau dua warna menciptakan pemandangan yang sangat indah.

Kejernihan dan keelokan warna air yang indah memberikan pengalaman visual danau dua warna yang memikat bagi para wisatawan.

Baca Juga: Pantai Pink, Pesona Ajaib Wisata Lombok untuk Indonesia, Awas Kamu Bisa Jatuh Cinta!

Banyak area pertambangan terbuka yang digunakan untuk ekstraksi timah dan kaolin, meninggalkan banyak lubang dan genangan air yang masih terlihat hingga hari ini dan membentuk danau dua warna.

Warna air danau ini sebenarnya juga dapat berubah-ubah sesuai dengan suhu udara dan pancaran sinar matahari.

Karena, bekas galian itu terbentuk dari sumber air hujan dan mata air yang muncul di danau dua warna itu.

Sumber air itu lalu bercampur dengan kaolin di sekelilingnya, sehingga terjadi reaksi kimia, hingga warna air menjadi genangan membiru dan hijau yang jernih.

Baca Juga: Bukan Sulap Bukan Sihir, Batu Batik Hanya Ada di Sini, Terbentuk 60 Juta Tahun Lalu, Baru Sekarang Bisa Jadi Objek Wisata

Sedangkan tanah di sekitar Danau Kaolin yang berwarna putih juga karena kandungan mineral kaolin yang terkandung di dalam tanah.

Kaolin adalah batuan putih yang tersusun dari mineral lempung dengan kandungan besi yang rendah.

Itu sebabnya danau dua warna ini dinamakan Danau Kaolin sebagai sebutan akibat galian pertambangan di Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang sudah ditinggalkan sejak 1971.

Pemandangan di lokasi ini memang menawarkan keindahan dan keunikan yang mencolok.

Baca Juga: Mau Gendong Monster Fish Jenghis Khan? Singgahlah ke Godong Ijo Depok, Strike Mancing Babon Semua!

Suasananya sangat berbeda dan menawarkan pengalaman yang kontras dengan rutinitas sehari-hari di kota.

Anda dapat berjalan di atas timbunan galian pasir berwarna putih yang lebih tinggi dan mengamati bagaimana bekas tambang ini menciptakan pemandangan yang indah.

Kecantikan danau dua warna dengan air yang jernih dan tenang, dipadukan dengan gundukan pasir putih yang bersih dan diselimuti langit biru, menciptakan pemandangan yang memukau.

Tapi perlu diperhatikan nih, meskipun pemandangannya indah, sangat disarankan untuk tidak mencoba berendam atau berenang di danau ini.

Baca Juga: Air Terjun Membelah Batu, Ada Loh Hidden Gem Keren Begini di Gunung Kidul, Tak Kalah dari Grand Canyon

Perlu diingat lagi, warna biru dan hijau yang terlihat indah itu sebenarnya merupakan hasil dari radiasi logam radioaktif dari bekas kegiatan penambangan.

Ketika berada di lokasi, tidak perlu mendekat ke tepi air. Karena tanah di tepian danau, tidak padat dan rentan amblas.

Itu sebabnya sengaja dipasang pagar pembatas agar pengunjung tidak masuk ke dalam.

Cukup memilih spot dan menjadikannya sebagai latar foto tanpa terlalu dekat dengan tepian danau.

Meski begitu, udara di sekitar Danau Kaolin tidak berbahaya karena tidak tercium bau atau senyawa kimia berbahaya seperti belerang.

Baca Juga: Luar Negeri Lewat! Pandeglang Banten Punya Hidden Gem Tebing Alam dan Curug Memukau, Tiket Gratis

Danau Kaolin bahkan memiliki udara yang segar dan sejuk.

Oleh masyarakat di Pulau Bangka yang berada di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, spot wisata ini dikenal dengan sebutan Kulong Biru.

Terletak sekitar 68 kilometer dari pusat Kota Pangkal Pinang atau sekitar 67 kilometer dari Bandar Udara Depati Amir, perjalanan menuju lokasi ini memerlukan waktu sekitar 1,5 jam dengan berkendara.

Baca Juga: Tasikmalaya Berani Lawan Green Canyon, Pantas Saja, Ternyata Punya Pesona Alam yang Begini, Bisa Cliff Jumping Pula

Akses ke lokasi ini sangat mudah karena jalannya telah diaspal, sehingga sangat nyaman dilalui oleh berbagai jenis kendaraan.

Setibanya di tujuan, pengunjung akan disambut dengan papan bertuliskan 'Welcome to Kulong Biru Bike Park, Desa Nibung, Bangka Tengah'.

Danau Kaolin Belitung terletak di Perawas, Kota Tanjung Pandan Belitung. Lokasinya berada di pinggiran kota, hanya sekitar 6,2 kilometer dari Tugu/Bundaran Satam.

Tidak dikenakan biaya tiket masuk (HTM) untuk masuk ke Danau Kaolin/Kulong Biru Bangka.

Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sepeda motor sebesar Rp. 2.000, sedangkan untuk mobil dan bus, biaya parkirnya berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000. ***