POJOKSATU.id - Bukan sulap bukan sihir, meski Batu Batik ini memang bentuk keajaiban alam yang tak terbantahkan. Beruntung objek wisata geopark ini hanya ada di Indonesia.
Indahnya Batu Batik terbentuk sejak 60 juta tahun lalu secara alami akibat lava gunung berapi yang meletus 100 km di bawah permukaan laut, hingga akhirnya terangkat ke permukaan bumi di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi dan menjadi objek wisata.
Keajaiban Batu Batik ini menjadi salah satu kekayaan dunia. Tak heran jika kawasan objek wisata Ciletuh Sukabumi akhirnya ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional untuk UNESCO dan Kementerian ESDM pada Desember 2015.
Objek wisata gugusan bebatuan unik di Geopark Ciletuh Sukabumi ini, posisinya berhadapan dengan Samudera Hindia dan disebut Batu Batik karena tampak gradasi warna kuning, coklat muda hingga coklat tua kemerahan dalam tekstur yang seolah berpola menghiasi batu.
Keindahan Batu Batik Geopark Ciletuh Sukabumi juga makin menakjubkan karena ada banyak ragam dan motif yang terbentuk unik dengan ukuran yang berbeda.
Decak kagum juga tak akan berhenti menyaksikan langsung objek wisata geopark ini.
Lokasi Batu Batik Geopark Ciletuh Sukabumi berada di tengah laut dan untuk bisa sampai disana dicapai dengan menyewa sebuah kapal mesin milik nelayan di sekitar Pantai Palangpang.
Biasanya sebuah kapal bisa memuat sekitar 15 orang pengunjung dan membayar sewa kapal sekitar 700 ribu dan ditempuh dalam waktu sekitar 30 hingga 45 menit dari Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas.
Selain itu, perahu juga bisa menempuh objek wisata Batu Batik Geopark Ciletuh Sukabumi dari Pantai Cikadal, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas.
Sepanjang perjalanan menuju objek wisata Batu Batik Geopark Ciletuh Sukabumi, pengunjung juga akan disuguhi keajaiban alam lainnya.
Hamparan bebatuan unik lainnya di area sekitar Batu Batik akan membuat pengunjung takjub setelah tiba di sekitar Pantai Legon Pandan dan melewati Karang Kontol. Memang begitu namanya.
Beragam karakteristik bebatuan unik itu bisa ditemukan sepanjang perjalanan menuju Batu Batik Geopark Ciletuh.
Kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi memang memiliki karakteristik struktur batu yang khas dan merupakan fosil tektonik.
Di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi merupakan hasil dari tumbukan dua lempeng yang berbeda, yaitu Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia.
Batuan beku intrusif dan ekstrusif berumur Miosen ini merupakan batuan Pra Tersier dan batuan sedimen Paleogen.
Sebagai informasi, Batuan Pra Tersier ini terdiri dari batuan beku basa (gabro) hingga ultra basa (peridotit).
Sedangkan batuan sedimen Paleogen terdiri dari batupasir greywacke, tuf, batu pasir kuarsa, dan konglomerat.
Karenanya, tak heran jika sepanjang perjalanan menuju Batu Batik, ada banyak ragam bebatuan unik dengan karakteristik tertentu.
Ada yang bernama Batu Kodok karena bentuknya menyerupai kodok dengan mata yang terbelalak, ada juga batu kasur yang memang mirip seperti kasur. Ada juga batu naga yang bentuknya menyerupai bentuk punggung naga. Masya Allah.
Sampai di Batu Batik, areanya cukup luas dengan posisi menghadap langsung ke laut lepas.
Jika dilihat langsung lebih dekat, keunikan karakternya membuat kagum dan takjub tak terkira.
Keindahan ini belum termasuk terpaan matahari yang turut menambah kecantikan Batu Batik Geopark Ciletuh.
Saat itulah kita melempar pandangan ke laut dengan kamera yang berada pada posisi paling pas, mengabadikan surga alam Batu Batik Geopark CIletuh sebagai momen yang tak terlupakan. ***




