POJOKSATU.id - Bioplastik, juga disebut sebagai plastik biodegradable, terbuat dari bahan yang bisa diperbaharui dan dapat terurai oleh mikroorganisme.
Pati, minyak nabati, dan mikrobiota adalah bahan pembuatnya. Di mana struktur kimia berubah dalam kondisi dan waktu tertentu
Sifat-sifat yang dimiliki oleh mikroorganisme dipengaruhi oleh perubahan dalam struktur kimia itu, yang membuatnya mudah terurai.
Plastik biodegradable adalah plastik yang terbuat dari biopolimer, yang merupakan polimer yang terbuat dari biomassa yang bisa diperbaharui.
Baca Juga: Heboh Beras Plastik, Pakar Teknologi Pangan IPB: Plastik Lebih Mahal
Karena tidak mudah ditembus air, bioplastik dapat digunakan sebagai kemasan.
Plastik ini dapat digunakan sebagai pengganti plastik biasa, dan pembakarannya tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya.
Selain itu, penguraian mikroorganisme oleh bioplastik meningkatkan unsur hara dalam tanah, sehingga meningkatkan kualitas tanah.
Selain digunakan dalam pengemasan produk makanan, bioplastik berfungsi untuk mencegah difusi oksigen dan uap air ke bahan rasa, yang memungkinkan untuk menciptakan kondisi atmosfer internal yang sesuai dengan persyaratan produk yang dikemas.
Salah satu keuntungan menggunakan bioplastik adalah jangka panjang penyimpanan produk dan sifatnya yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hoaks, 5 Fakta Ilmiah Membongkar Misteri Beras Plastik
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membuat bioplastik atau biodegradable adalah biosintesis, yang menggunakan bahan berpati atau mengandung selulosa.
Untuk membuat bioplastik berbasis pati, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
Dengan menggunakan plastik konvensional (PE atau PP) dalam jumlah yang kecil, campurkan pati dengan turunan hasil samping minyak bumi, termasuk PCL, dalam jumlah 10–20 persen.
Kemudian menggunakan proses ekstrusi, di mana pati dicampur dengan bahan plasticizer seperti gliserol, lignin, alginate, protein kedelai, dan lainnya.
Ada banyak metode lain yang dikembangkan untuk membuat bioplastik selain yang disebutkan di atas.
Baca Juga: Siswa SMK Garuda Nasional Karawang Dikeluarkan dari Sekolah karena Ditemukan Plastik Bening di Tas
Metode-metode ini dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan bahan yang digunakan. Ada beberapa cara untuk membuat bioplastik.
1. Metode Isobe
Zein adalah bahan dasar yang digunakan, yang kemudian dilarutkan dalam aseton dengan 30% air atau etanol dengan 20% air.
Kemudian, tambahkan bahan pemlastik, seperti gliserin atau lipida, dan panaskan selama 10 menit pada suhu 50 derajat Celcius.
Kemudian, tuangkan 10 mililiter campuran ke permukaan castin.
Baca Juga: Mak Ganjar Latih Ibu-Ibu Cara Membuat Hiasan Bunga dari Limbah Plastik
2. Metode Frinault
Membuat bioplastik dengan kasein sebagai bahan dasar atau menggunakan pencetakan ekstruder dengan beberapa tahap atau proses yang terdiri dari pencampuran bahan dasar dengan aseton atau etanol dan air.
Kemudian penambahan pencetakan ekstruder juga dapat digunakan. Setelah itu, film dapat dikeringkan.
3. Metode Yamada
Untuk membuat bioplastik jenis ini terdiri dari zein, yang dilarutkan sebanyak 80% dalam etanol.
Kemudian campuran ditambahkan ke pemplastik dan dipanaskan selama sekitar lima belas menit pada suhu enam puluh hingga tujuh puluh persen.
Setelah itu, campuran dicetak pada mesin cetak auto dan dibiarkan selama tiga hingga enam jam.***



