POJOKSATU.id - Sobat kurang akur dengan Ayah sejak kecil? Banyak juga karakter Ayah yang tidak Sobat gemari?

Tapi dalam waktu belakangan ini, merasa lama-lama diri ini semakin serupa Ayah.

Tanpa sadar mengikuti kebiasaan dan sifat Ayah. Bahkan wajah kami seperti dicetak ulang.

Karena hal ini, Sobat tidak dapat berhenti berfipikir yang terjadi nantinya jika benar-benar menjadi serupa Ayah suatu saat kelak.

Ditambah lagi, banyak yang mengatakan semua anak pasti akan mewarisi karakter orang tuanya. Apakah itu benar?

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, Pemkot Bandung Terus Berupaya Sejahterakan Anak

Tidak ada yang dapat memutuskan akan lahir dari siapa dan dalam situasi seperti apa. Ucapan ini memiliki kebenaran.

Namun, tidak berarti kita hanya bisa diam dan menerima nasib saat dibesarkan di lingkungan keluarga yang tidak sehat.

Ketika kita merasa Ayah-Ibu kurang perhatian atau terlalu tegas dalam mendidik, sah jika anak berharap memiliki orang tua yang lebih penyayang seperti orang lain.

Sobat sudah melihat seberapa banyak kasus anak takut memiliki sifat buruk orang tua, atau pola asuh yang merugikan yang diterima dari kecil.

Baca Juga: Peran Keluarga Sangat Penting, Bentengi Anak Muda Dari Pengaruh Narkoba

Mereka juga berkomitmen untuk mengubah nasib dan menjadi orang tua yang lebih baik untuk anak-anak mereka di masa depan.

Namun, tak peduli seberapa keras mereka berupaya, terkadang mereka tanpa sadar melakukan apa yang dulu sering dilakukan oleh Ayah atau Ibu mereka — karakter yang tidak mereka sukai dari orang tua mereka.

Sebagai contoh, mereka akan merasa kesal dan marah atas hal sepele, seperti Ayah mereka yang mudah tersulut emosi.

Meskipun demikian, masih ada metode agar anak tidak mengulangi kesalahan orang tua di masa mendatang.

Jika Sobat cemas meniru kebiasaan Ayah, Sobat bisa belajar dari sosok pria lain yang bisa dijadikan contoh.

Cari individu, kerabat, atau bahkan tokoh idola yang menurutmu nilai dan prinsip hidupnya pantas dicontoh.

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional 2023, Edy Rahmayadi: Para Orang Tua Harus Perhatikan Kebahagiaan Anak

Destin Gerek, penyedia layanan pelatih pribadi untuk pria di The Evolved Masculine, mengungkapkan, individu justru lebih mudah menurunkan karakter Ayah jika terlalu banyak melihat kepadanya.

"Semakin kamu melihat Ayah sebagai teladan utama dalam hidup, semakin besar juga kemungkinan kamu mengikuti langkah-langkahnya, bahkan tanpa disadari," jelasnya.

"Dengan memiliki contoh, kamu dapat melatih diri menjadi seperti individu yang kamu tiru."

Bukan hanya itu, Sobat dapat mencari komunitas atau kelompok pria yang mampu membawa perubahan positif dalam hidupmu.

Kehadiran mereka juga mendukungmu menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.

Baca Juga: Cegah Kasus Terhadap Anak, Imam Musakkar: Pola Asuh Orang Tua Jadi Kunci Utama

Kembali lagi, kita memang tidak bisa memilih keluarga, namun kita memiliki kebebasan dalam memilih jalur hidup kita.

Meskipun kepribadian kita dipengaruhi oleh cara orang tua mendidik, tidaklah tidak mungkin untuk melakukan perbaikan pada diri sendiri.

"Rasa takut membuatmu fokus pada hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya kamu inginkan," tambah Gerek.

"Dengan kamu mulai merenungkan ketakutan tersebut, berarti kamu memiliki kapasitas untuk mengatasi hal tersebut".***