POJOKSATU.id — OpenAI kembali menambah jajaran model kecerdasan buatannya dengan menghadirkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna.

Dua model tersebut resmi diperkenalkan pada 22 September 2026, sekitar tiga minggu setelah GPT-6 Astra diumumkan pada 3 September 2026.

Saat diluncurkan, Astra disebut OpenAI sebagai salah satu model tercanggih yang telah tersedia secara luas.

Meski sama-sama berada dalam keluarga GPT-6, Sol dan Luna memiliki sasaran penggunaan yang berbeda.

GPT-6 Sol dikembangkan untuk menangani pekerjaan yang lebih rumit, terutama tugas pemrograman, penalaran, serta alur kerja yang melibatkan agen AI.

Baca Juga: Peserta Akui Kecurangan di OSN 2026, Gunakan Akses Google hingga AI, Apa Sanksi bagi Satuan Pendidikan?

Berbeda dari Sol, GPT-6 Luna lebih diarahkan untuk kebutuhan yang memiliki tujuan spesifik dan harus diproses dalam jumlah besar.

Beberapa contoh penggunaannya meliputi membuat rangkuman, mengambil informasi dari dokumen, hingga menangani berbagai pertanyaan sederhana secara efisien.

OpenAI dalam dokumentasi modelnya menjelaskan bahwa Sol ditujukan untuk kebutuhan coding yang kompleks serta agentic workflows.

Sementara Luna dioptimalkan untuk pekerjaan terfokus yang membutuhkan pemrosesan dalam skala besar.

Kehadiran kedua model tersebut membuat pengguna memiliki lebih banyak pilihan dalam keluarga GPT-6.

Baca Juga: Puspresnas Buka Suara, Ini Kecurangan yang Ditemukan dalam OSN 2026, Peserta Akses Google hingga Gunakan AI

Astra diposisikan untuk menangani pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi, Sol menawarkan kemampuan penalaran yang kuat dengan biaya penggunaan yang lebih rendah, sedangkan Luna dirancang untuk pekerjaan yang membutuhkan efisiensi ketika dipakai dalam jumlah besar.

Penurunan biaya menjadi salah satu bagian penting dalam peluncuran GPT-6 Sol dan Luna.

OpenAI menetapkan harga API yang lebih rendah untuk kedua model tersebut dibandingkan generasi sebelumnya.

Untuk GPT-6 Sol, tarif standar yang ditetapkan mencapai 2 dollar AS untuk setiap 1 juta token input dan 10 dollar AS per 1 juta token output.

Adapun GPT-6 Luna memiliki biaya yang jauh lebih rendah, yakni 0,10 dollar AS untuk 1 juta token input dan 0,50 dollar AS untuk 1 juta token output.

Tarif tersebut berada di bawah harga promosi yang sebelumnya diberlakukan untuk GPT-5.6.

Baca Juga: 12 Siswa Raih Medali EKKA OSN 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenang Kompetisi AI SMA dan SMK

OpenAI menyatakan peningkatan efisiensi dalam mekanisme caching dan inference menjadi salah satu alasan biaya penggunaan dapat ditekan.

Meski tarif dihitung berdasarkan jumlah token, total pengeluaran pengguna tetap bergantung pada banyaknya input dan output dalam setiap permintaan.

Artinya, harga per 1 juta token tidak bisa langsung disamakan dengan biaya yang harus dibayarkan untuk setiap penggunaan.

OpenAI juga menerapkan tarif berbeda untuk token yang berasal dari cached input.

GPT-6 Sol dikenakan biaya 0,20 dollar AS per 1 juta token cached input, sedangkan GPT-6 Luna hanya 0,01 dollar AS.

Baca Juga: Gemini Kini Punya Aplikasi Windows, Bisa Dipanggil Cepat dengan Melalui Layanan AI

OpenAI tidak hanya menawarkan harga yang lebih rendah, tetapi juga mengklaim adanya peningkatan pada aspek keandalan GPT-6 Sol.

Perusahaan menyebut GPT-6 Sol menghasilkan lebih sedikit kesalahan faktual dibandingkan GPT-5.6 Sol berdasarkan pengujian internal yang dilakukan menggunakan percakapan ChatGPT yang telah dianonimkan.

Data tersebut berasal dari percakapan yang sebelumnya ditandai oleh pengguna karena mengandung kesalahan informasi.

Dalam evaluasi itu, OpenAI menyatakan jumlah kesalahan yang dihasilkan GPT-6 Sol sekitar separuh dari model sebelumnya.

Namun, hasil tersebut memiliki konteks yang perlu diperhatikan.

Materi pengujian memang secara khusus diambil dari percakapan yang sudah diketahui memiliki kesalahan faktual.

Oleh sebab itu, hasil evaluasi tersebut tidak bisa langsung dijadikan gambaran mengenai tingkat kesalahan GPT-6 Sol pada seluruh situasi penggunaan di dunia nyata.

OpenAI juga menyebut adanya peningkatan kemampuan GPT-6 Sol dalam pemrograman dan pengoperasian komputer.

Baca Juga: Danantara Bidik Energi hingga AI, Data Center Jadi Sektor Investasi Masa Depan

Sejumlah hasil pengujian internal digunakan perusahaan untuk menggambarkan perkembangan kemampuan model tersebut.

Meski demikian, perbandingan berdasarkan benchmark dari perusahaan yang berbeda perlu dibaca secara hati-hati.

Metode, kumpulan data, serta kondisi pengujian yang digunakan belum tentu sama sehingga hasilnya tidak otomatis dapat dibandingkan secara langsung.

GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna mulai diperkenalkan kepada pengguna pada 22 September 2026 melalui ChatGPT Work dan Codex.

Akses awal diberikan kepada pelanggan Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu.

Baca Juga: Galaxy S26 FE Resmi Masuk Indonesia, Fitur AI Flagship Dibawa ke Harga Lebih Rasional

Kedua model tersebut juga dapat digunakan melalui OpenAI API.

Untuk pengguna paket Free dan Go, OpenAI menyediakan kesempatan mencoba GPT-6 Luna melalui aplikasi desktop.

Perusahaan menyatakan ketersediaan model di ChatGPT akan diperluas secara bertahap.

Dengan hadirnya dua model baru ini, keluarga GPT-6 kini terdiri dari Astra, Sol, dan Luna.

Ketiganya memiliki fokus yang berbeda, mulai dari pekerjaan kompleks, kebutuhan penalaran dan coding, hingga pemrosesan tugas dalam jumlah besar dengan orientasi efisiensi.

Peluncuran GPT-6 Sol dan Luna juga terjadi pada tanggal yang sama dengan pengumuman model AI terbaru dari Anthropic.

Baca Juga: Inilah Semua Varian GPT-5, Harga, dan Keunggulannya di Berbagai Bidang

Meski demikian, membandingkan kemampuan model dari kedua perusahaan secara langsung membutuhkan perhatian terhadap metode benchmark yang digunakan.

Setiap perusahaan dapat memilih jenis pengujian, data, serta kondisi evaluasi yang berbeda.

Karena itu, angka benchmark yang diterbitkan OpenAI maupun perusahaan AI lainnya sebaiknya dibaca berdasarkan konteks pengujiannya, bukan dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan bahwa satu model secara keseluruhan lebih unggul dibandingkan model lainnya.***