POJOKSATU.id — Jolla memperkenalkan kembali perangkat smartphone terbarunya melalui Jolla Phone, ponsel yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Finlandia.
Perangkat ini menjadi generasi kedua smartphone Jolla setelah produk perdananya hadir pada 2013.
Jolla Phone memiliki keunikan yang cukup mencolok dibandingkan mayoritas smartphone masa kini karena tidak menggunakan Android sebagai sistem operasinya.
Baca Juga: Mulai 2029, Pendopo Kota Bandung Tak Lagi Jadi Rumah Wali Kota, Disiapkan Jadi Museum
Perangkat tersebut mengandalkan Sailfish OS 5 yang dikembangkan berbasis Linux dan dirancang untuk memberikan kebebasan lebih kepada pemilik perangkat.
Privasi menjadi salah satu fokus utama yang ditawarkan Jolla melalui smartphone tersebut.
Perusahaan mengklaim Sailfish OS tidak dibekali mekanisme pelacakan pengguna, pengiriman informasi secara tersembunyi ke server, maupun sistem analitik yang berjalan tanpa sepengetahuan pengguna.
Baca Juga: Alun-alun Kota Bandung Dibuka Lagi, Farhan Tegaskan PKL Dilarang Masuk Taman
Meski meninggalkan Android sebagai sistem operasi utama, Jolla Phone tetap memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi Android.
Kemampuan tersebut tersedia melalui dukungan Jolla AppSupport sehingga pengguna tetap dapat mengakses berbagai aplikasi yang sudah familiar digunakan.
Jolla juga menghadirkan pendekatan berbeda dalam menjaga privasi melalui tombol khusus yang tersedia secara fisik di perangkat.
Baca Juga: Suara Merdu Shanna Nyanyikan Lagu Tanah Airku Sukses Teteskan Air Mata Mensesneg hingga Teddy
Tombol tersebut memungkinkan pengguna mematikan sejumlah fungsi tertentu, termasuk mikrofon dan Bluetooth, sesuai kebutuhan.
Kehadiran tombol fisik tersebut membuat pengendalian privasi tidak sepenuhnya bergantung pada menu atau pengaturan perangkat lunak.
Pengguna dapat melakukan kontrol secara langsung melalui komponen perangkat keras yang tersedia pada ponsel.
Terlepas dari sistem operasi dan fitur privasinya, Jolla Phone tetap menawarkan sejumlah spesifikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan smartphone modern.
Baca Juga: Farhan Merinding Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang, Pesawat Flying Pass Melintas
Pada bagian layar, perangkat ini menggunakan panel AMOLED berukuran 6,36 inci.
Layarnya memiliki resolusi Full HD dengan tingkat kepadatan sekitar 390 piksel per inci dan dilengkapi notch pada bagian atas.
Perlindungan layar menggunakan kaca Gorilla Glass.
Untuk mendukung kinerja perangkat, Jolla menyematkan chipset MediaTek, meskipun jenis chipset yang digunakan belum dijelaskan secara terperinci.
Prosesor tersebut dipasangkan dengan RAM berkapasitas 12 GB dan memori internal 256 GB.
Baca Juga: Dividen BUMN Melonjak Jadi Rp142,3 Triliun, Prabowo Targetkan Rp200 Triliun pada 2026
Ruang penyimpanan Jolla Phone juga tidak berhenti pada kapasitas internal.
Pengguna dapat menambah kapasitasnya dengan memasang kartu microSD.
Sektor kamera belakang terdiri dari kamera utama beresolusi 50 MP yang dipadukan dengan kamera ultrawide 13 MP.
Adapun kamera selfie berada di bagian notch layar depan, tetapi Jolla belum memberikan informasi mengenai besaran resolusinya.
Baca Juga: Tarif Bandros Cuma Rp8, Antrean Penumpang di Kota Bandung Mengular Sejak Subuh
Untuk menunjang aktivitas sepanjang hari, Jolla Phone mengusung baterai berkapasitas 5.500 mAh.
Salah satu kelebihan yang cukup menarik adalah baterai tersebut dapat dilepas dan diganti oleh pengguna.
Tidak hanya baterainya, bagian penutup belakang perangkat juga dirancang agar dapat diganti.
Fitur tersebut memungkinkan pemilik ponsel melakukan penggantian panel sesuai pilihan yang tersedia.
Jolla Phone turut dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti sensor sidik jari yang ditempatkan di bagian samping, NFC, jaringan 5G, serta dukungan dual SIM.
Tombol khusus untuk mengontrol fitur privasi juga menjadi bagian dari kelengkapan perangkat.
Dari sisi perangkat lunak, Jolla menyatakan Sailfish OS pada smartphone tersebut akan memperoleh pembaruan setidaknya selama lima tahun sejak peluncuran.
Dukungan tersebut ditujukan agar perangkat tetap mendapatkan pemeliharaan sistem dalam periode yang panjang.
Jolla Phone sebelumnya diperkenalkan dengan skema pemesanan awal atau pre-order.
Harga yang ditetapkan perusahaan berada di angka 499 euro, sedangkan produksi perangkat bergantung pada tercapainya jumlah pesanan minimum yang telah ditentukan.
Untuk tahap awal, Jolla menyiapkan pemasaran Jolla Phone di beberapa wilayah Eropa.
Inggris, Norwegia, Swiss, dan negara-negara Uni Eropa termasuk pasar yang menjadi sasaran distribusi perangkat tersebut.
Jolla juga menyatakan tidak menutup kemungkinan membawa Jolla Phone ke pasar negara lainnya pada tahap berikutnya.
Namun, wilayah tambahan yang akan mendapatkan perangkat ini belum diumumkan secara rinci.
Kehadiran Sailfish OS, tombol kontrol privasi berbasis perangkat keras, baterai yang dapat diganti, serta jaminan pembaruan jangka panjang membuat Jolla Phone menawarkan pendekatan yang berbeda.
Smartphone ini hadir sebagai alternatif bagi pengguna yang menginginkan perangkat dengan sistem operasi non-Android dan perhatian lebih besar terhadap kendali privasi.***

