POJOKSATU.id - Laptop ASUS ROG memang dikenal sebagai perangkat gaming dengan performa tinggi.

Layar dengan refresh rate tinggi, sistem pendingin agresif, lampu RGB khas gamer, hingga komponen bertenaga membuat laptop ini mampu menjalankan game berat maupun pekerjaan profesional.

Namun, semua kemampuan tersebut juga memiliki konsekuensi.

Semakin tinggi performa yang digunakan, semakin besar pula konsumsi daya yang dibutuhkan.

Baca Juga: Perlakuan Hukum Beda dari Kejagung, Febrie Adriansyah Tak Kunjung Ditahan, Don Ritto Tetap Ditahan

Akibatnya, baterai laptop ROG bisa lebih cepat terkuras, terutama ketika digunakan tanpa sambungan charger.

Karena itu, memahami cara menghemat baterai ASUS ROG menjadi hal penting bagi pengguna yang sering membawa laptop bepergian.

Bukan hanya agar baterai lebih tahan lama dalam satu kali pemakaian, tetapi juga supaya kesehatan baterai tetap terjaga dalam jangka panjang.

Baca Juga: Cara Atur Kecerahan Layar Laptop Windows dan MacBook agar Mata Tetap Nyaman Saat Digunakan

Hemat Baterai Bukan Berarti Mematikan Semua Fitur ROG
Banyak pengguna berpikir cara membuat baterai laptop gaming awet adalah dengan mematikan hampir semua fitur unggulan. Padahal, langkah tersebut tidak selalu diperlukan.

Kunci utama menghemat baterai ASUS ROG adalah memahami kapan harus menggunakan performa maksimal dan kapan cukup memakai mode hemat daya.

Saat bermain game berat, mode performa tinggi memang dibutuhkan.

Baca Juga: Sejarah Universitas Sanata Dharma: Berawal dari PTPG hingga Menjadi Kampus Terkemuka di Yogyakarta

Namun, ketika laptop hanya digunakan untuk mengetik, browsing, mengikuti meeting, atau menonton video, pengaturan daya yang lebih rendah sudah cukup.

Dengan penggunaan yang tepat, laptop tetap terasa seperti perangkat gaming premium tanpa harus terus-menerus menguras baterai.

Gunakan Armoury Crate untuk Mengatur Mode Performa
Salah satu fitur penting pada laptop ASUS ROG adalah Armoury Crate.

Baca Juga: 3 Universitas Terbaik di Tasikmalaya Versi EduRank, Unsil Tempati Posisi Teratas Nama Penulis

Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengatur bagaimana laptop bekerja sesuai kebutuhan.

Ketika sedang tidak bermain game, pengguna dapat memilih mode Silent atau Eco.

Mode tersebut membantu menurunkan konsumsi daya, membuat kipas tidak bekerja terlalu agresif, serta menjaga suhu laptop tetap stabil.

Sebaliknya, mode performa tinggi dapat digunakan saat membutuhkan tenaga maksimal untuk gaming atau pekerjaan berat.

Baca Juga: Chelsea Islan Umumkan Kelahiran Putri Pertama, Baby Clea Disebut Anugerah Terbesar dari Tuhan

Mengatur mode sesuai aktivitas menjadi salah satu cara paling efektif agar baterai tidak cepat habis.

Atur Power Mode Windows agar Lebih Efisien
Selain pengaturan dari ASUS, sistem Windows juga menyediakan fitur pengelolaan daya.

Pada Windows 11, pengguna dapat membuka pengaturan daya dan memilih mode yang lebih mengutamakan efisiensi baterai ketika laptop tidak terhubung ke charger.

Mengaktifkan Battery Saver juga dapat membantu mengurangi aktivitas aplikasi di latar belakang sehingga penggunaan daya menjadi lebih hemat.

Baca Juga: Profil Universitas Pramita Indonesia: Sejarah, Fakultas, dan Program Studi yang Tersedia

Langkah ini terlihat sederhana, tetapi cukup membantu terutama bagi pengguna yang sering melakukan banyak aktivitas secara bersamaan.

Turunkan Refresh Rate dan Kecerahan Layar
Layar menjadi salah satu komponen yang cukup banyak mengonsumsi daya.

Apalagi laptop ROG biasanya menawarkan refresh rate tinggi seperti 144Hz atau 240Hz untuk pengalaman gaming yang lebih mulus.

Namun, saat sedang menggunakan baterai untuk aktivitas ringan, refresh rate tinggi tidak selalu diperlukan.

Menurunkan refresh rate ke 60Hz saat bekerja, belajar, atau menonton video dapat membantu memperpanjang waktu penggunaan baterai.

Baca Juga: Mengapa Pencairan Tunjangan Guru Tidak Serentak? Ini Penjelasan Ditjen GTK Kemendikdasmen

Selain itu, atur tingkat kecerahan layar secara realistis.

Tidak perlu menggunakan brightness maksimal jika berada di dalam ruangan.

Biasanya tingkat kecerahan sekitar 40–60 persen sudah cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Kurangi Penggunaan RGB dan Keyboard Backlight
Lampu RGB memang menjadi salah satu ciri khas laptop ASUS ROG.

Efek cahaya yang menarik membuat perangkat terlihat lebih keren, terutama bagi para gamer.

Namun, fitur tersebut juga membutuhkan daya tambahan.

Baca Juga: Ditjen GTK Kemendikdasmen Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan dan Tindak Lanjut Aduan Guru

Jika sedang mengejar penggunaan baterai lebih lama, matikan lampu RGB atau gunakan tingkat pencahayaan paling rendah.

Menggunakan efek statis dengan cahaya redup juga bisa menjadi pilihan jika tetap ingin mempertahankan tampilan gaming.

Perhatikan Aplikasi yang Berjalan di Belakang
Laptop yang terasa berat meski hanya membuka beberapa aplikasi bisa jadi disebabkan oleh program yang aktif di background.

Aplikasi launcher game, updater otomatis, browser dengan banyak tab, hingga layanan sinkronisasi dapat terus menggunakan memori dan daya.

Coba periksa penggunaan baterai melalui pengaturan Windows, lalu hentikan aplikasi yang tidak benar-benar diperlukan.

Dengan begitu, sistem dapat bekerja lebih ringan dan baterai tidak cepat terkuras.

Matikan Koneksi yang Tidak Dibutuhkan
Wi-Fi dan Bluetooth memang tidak selalu menghabiskan daya dalam jumlah besar, tetapi penggunaan terus-menerus tetap memberikan pengaruh.

Baca Juga: Di Balik Penghargaan WSIS 2026, Rumah Pendidikan Buktikan Kekuatan Kolaborasi Guru hingga Masyarakat

Jika sedang bermain game offline atau hanya mengerjakan dokumen tanpa internet, mengaktifkan mode pesawat bisa menjadi pilihan hemat baterai.

Jika masih membutuhkan Wi-Fi, tetapi tidak menggunakan perangkat Bluetooth, sebaiknya matikan Bluetooth agar konsumsi daya lebih efisien.

Pastikan Aplikasi Ringan Tidak Menggunakan GPU Boros
Laptop ASUS ROG umumnya memiliki dua jenis grafis, yaitu iGPU yang lebih hemat daya dan dGPU yang memiliki performa tinggi tetapi lebih boros baterai.

Untuk aktivitas ringan seperti mengetik, browsing, streaming, atau membuka aplikasi kantor, sebaiknya gunakan iGPU.

Jika aplikasi ringan secara tidak sengaja memakai dGPU, konsumsi baterai dapat meningkat drastis.

Baca Juga: Futsal, Ekskul Paling Favorit, Bukan Cuma Hobi atau Asah Skill, Bisa Bentuk Karakter dan Mental Juara

Pengguna dapat mengatur preferensi grafis melalui pengaturan Windows agar aplikasi tertentu berjalan menggunakan mode hemat daya.

Batasi FPS Jika Terpaksa Gaming Tanpa Charger
Bermain game berat menggunakan baterai memang akan membuat daya cepat turun.

Namun, jika kondisi mengharuskan bermain tanpa charger, ada beberapa cara untuk mengurangi konsumsi daya.

Batasi frame rate, misalnya ke 60 FPS, dan turunkan pengaturan grafis yang paling berat.

Selain membantu baterai bertahan lebih lama, langkah tersebut juga dapat menjaga suhu laptop agar tidak terlalu tinggi.

Jaga Suhu Laptop karena Panas Bisa Merusak Baterai
Selain penggunaan daya, suhu juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan baterai.

Baterai lithium-ion sangat tidak menyukai kondisi panas berlebihan.

Laptop yang sering mengalami overheating dapat mengalami penurunan kesehatan baterai lebih cepat.

Hindari menggunakan laptop di atas kasur atau sofa yang dapat menutup ventilasi udara.

Baca Juga: Mengenal Ekskul Basket, Pilihan Favorit Siswa untuk Aktif Berolahraga, Kompak Bermain, dan Raih Prestasi

Bersihkan saluran udara secara rutin dan gunakan cooling pad jika diperlukan.

Suhu yang lebih stabil membuat performa laptop tetap terjaga sekaligus membantu memperpanjang usia baterai.

Aktifkan ASUS Battery Health Charging
Bagi pengguna yang sering memakai laptop sambil terhubung ke charger, fitur Battery Health Charging sangat disarankan.

Fitur ini biasanya tersedia melalui aplikasi MyASUS dan memungkinkan pengguna membatasi pengisian baterai, misalnya hingga 60 persen atau 80 persen.

Membiarkan baterai terus berada di kondisi 100 persen dalam waktu lama dapat mempercepat penurunan kapasitas.

Karena itu, fitur pembatasan pengisian menjadi solusi agar baterai lebih awet.

Baca Juga: Mengenal Ekskul Basket, Pilihan Favorit Siswa untuk Aktif Berolahraga, Kompak Bermain, dan Raih Prestasi

Hindari Kebiasaan Membiarkan Baterai Sampai Habis Total
Baterai modern tidak dirancang untuk terlalu sering digunakan sampai benar-benar kosong.

Sebaiknya lakukan pengisian ketika daya mulai rendah, misalnya saat berada di kisaran belasan persen, dibanding menunggu laptop mati total.

Kalibrasi baterai tetap bisa dilakukan sesekali agar indikator persentase lebih akurat, tetapi tidak perlu menjadi kebiasaan harian.

Lepaskan Perangkat Eksternal yang Tidak Digunakan
Perangkat tambahan seperti hard disk eksternal, dongle, receiver wireless, atau aksesori USB juga dapat mengambil daya dari laptop.

Saat sedang bepergian dan ingin menghemat baterai, lepaskan perangkat yang tidak diperlukan.

Hal kecil seperti ini sering kali terlupakan, padahal bisa membantu memperpanjang waktu penggunaan.

Baca Juga: Ekskul Softball, Pilihan Seru bagi Siswa yang Ingin Belajar Olahraga Strategi, Kerja Sama Tim, dan Berprestasi

Cek Kondisi Baterai dengan Battery Report Windows
Agar mengetahui kondisi baterai secara lebih jelas, pengguna dapat membuat laporan baterai melalui fitur Windows.

Caranya dengan menggunakan perintah powercfg /batteryreport untuk melihat perbandingan kapasitas awal baterai dengan kapasitas saat ini.

Dari laporan tersebut, pengguna dapat mengetahui apakah terjadi penurunan kapasitas dan mulai memperbaiki kebiasaan penggunaan.

Laptop ASUS ROG memang tidak dibuat untuk menjadi perangkat dengan daya tahan baterai seperti laptop tipis biasa.

Baca Juga: Kabar Gembira, Gus Fawait Perpanjang Pembebasan Denda Pajak Daerah Jember hingga September 2026

Kekuatan utamanya tetap berada pada performa tinggi untuk gaming dan pekerjaan berat.

Namun, dengan pengaturan yang tepat, pengguna tetap bisa mendapatkan keseimbangan antara performa, mobilitas, dan umur baterai.

Merawat baterai bukan hanya tentang membuatnya bertahan lebih lama hari ini, tetapi juga menjaga agar laptop gaming kesayangan tetap siap menemani aktivitas dalam waktu yang panjang.***