POJOKSATU.id - Membeli laptop bekas memang bisa jadi solusi hemat untuk kebutuhan kerja, kuliah, maupun sekolah.
Namun kalau tidak teliti, pembeli justru bisa mendapatkan perangkat dengan kondisi buruk dan performa yang sudah menurun drastis.
Karena itu, penting memahami beberapa hal sebelum memutuskan membeli laptop second.
Jangan sampai harga yang ditawarkan ternyata tidak sebanding dengan kondisi barangnya.
Berikut beberapa tips penting agar tidak salah pilih saat membeli laptop bekas.
Baca Juga: Lulusan Desain Grafis Bisa Kerja Apa? Ini 12 Prospek Karier yang Banyak Dicari
Pahami Spesifikasi Laptop
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memahami spesifikasi dasar laptop.
Mulai dari prosesor, kapasitas RAM, jenis penyimpanan, ukuran layar hingga resolusi display.
Pastikan spesifikasi tersebut sesuai kebutuhan. Tidak harus terlalu tinggi, tetapi juga jangan terlalu jadul karena bisa membuat performa lambat.
Beberapa spesifikasi yang sebaiknya dihindari antara lain prosesor generasi lama seperti Intel Core 2 Duo atau AMD A-Series.
Baca Juga: Cara Scan QR Code di Laptop dan PC Windows hingga MacBook Tanpa Ribet
Laptop dengan spesifikasi terlalu lawas biasanya sudah kesulitan menjalankan update sistem terbaru.
Selain itu, hindari laptop yang masih menggunakan HDD sebagai penyimpanan utama karena cenderung lebih lambat dibanding SSD.
Untuk pengguna MacBook, sebaiknya memilih keluaran di atas tahun 2013 agar masih mendukung pembaruan macOS terbaru.
Sebaiknya Jangan Asal Beli Online
Membeli laptop bekas secara online memang praktis, tetapi risikonya juga cukup besar jika tidak mengenal penjualnya.
Baca Juga: Mayat Wanita di Simpang Yasmin Bogor Dibuang dari Atas Flyover, Pelaku Disebut Bernama Febry Ambon
Pembeli akan kesulitan memeriksa kondisi fisik dan performa perangkat secara langsung.
Karena itu, membeli langsung di toko atau bertemu penjual lebih disarankan.
Dengan melihat barang secara langsung, pembeli bisa mengecek detail kondisi laptop sekaligus mencoba performanya sebelum transaksi dilakukan.
Cek Kondisi Baterai
Battery health menjadi salah satu bagian penting yang wajib diperiksa.
Laptop dengan baterai sudah soak tentu akan merepotkan karena cepat habis saat digunakan.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak! Ahmad Bahar Siap Layangkan Laporan Tambahan, Hercules Terancam 12 Tahun Penjara
Pada laptop Windows, pengecekan baterai bisa dilakukan dengan mudah melalui Command Prompt menggunakan fitur battery report.
Dari hasil laporan tersebut, pembeli bisa melihat kapasitas asli baterai dibanding kapasitas saat ini untuk mengetahui tingkat kesehatannya.
Tes Kondisi RAM
Selain baterai, RAM juga wajib dicek. RAM bermasalah biasanya menyebabkan laptop sering crash, hang, atau muncul error saat digunakan.
Pengguna Windows bisa melakukan pengecekan menggunakan fitur Windows Memory Diagnostic Tool.
Baca Juga: Sejumlah Wilayah di Sumut Mati Lampu, Medan dan Sekitarnya Gelap Gulita
Kalau hasil pengecekan menunjukkan error, sebaiknya pertimbangkan ulang sebelum membeli karena perbaikan RAM bisa cukup merepotkan.
Pastikan Semua Fungsi Berjalan Normal
Jangan hanya fokus pada spesifikasi. Cek juga beberapa komponen penting lainnya seperti:
-
Keyboard dan trackpad
-
Speaker
-
Webcam
-
WiFi dan Bluetooth
-
Port USB dan charger
Baca Juga: Dapat Apa
Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik agar tidak menambah biaya servis setelah membeli.
Bandingkan Harga Sebelum Membeli
Tips terakhir yang sering dilupakan adalah membandingkan harga dari beberapa penjual.
Jangan langsung tergiur harga murah tanpa melihat kondisi barang. Bandingkan juga dengan harga laptop baru agar tahu apakah selisihnya masih masuk akal.
Kadang ada laptop baru dengan spesifikasi lebih baik yang harganya tidak jauh berbeda dibanding laptop bekas tertentu.
Membeli laptop bekas memang bisa menghemat pengeluaran, tetapi tetap harus teliti sebelum transaksi dilakukan.
Sedikit lebih sabar saat mengecek kondisi laptop bisa menghindarkan dari kerugian besar di kemudian hari. ***

