POJOKSATU.id - Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat malam, 22 Mei 2026.

Kondisi ini membuat beberapa kota mendadak gelap gulita, termasuk Bagansiapiapi di Kabupaten Rokan Hilir, Medan, Dumai, hingga sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Di Bagansiapiapi, listrik dilaporkan mati total sejak siang hingga sore hari.

Baca Juga: Lipstick Effect Sedang Terjadi di Indonesia? Ini Penjelasan dan Contoh Nyatanya

Warga pun ramai membagikan kondisi pemadaman melalui media sosial karena aktivitas masyarakat langsung lumpuh dalam waktu singkat.

Menurut salah seorang petugas PLN di Bagansiapiapi, gangguan yang terjadi bukan hanya dialami wilayah Rokan Hilir saja.

Pemadaman disebut berkaitan dengan gangguan sistem yang berdampak pada sebagian besar jaringan kelistrikan di Sumatera.

Baca Juga: Jangan Asal Makan! Ini Tips Memilih Makanan agar Gula Darah Tetap Terkontrol

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi secara menyeluruh dari PT PLN Persero terkait penyebab pasti blackout tersebut.

Namun, pola pemadaman yang terjadi hampir bersamaan di berbagai daerah memunculkan dugaan adanya gangguan pada sistem interkoneksi transmisi utama di Pulau Sumatera.

Gangguan seperti ini biasanya terjadi akibat kegagalan pada salah satu titik penting jaringan transmisi tegangan tinggi yang kemudian memicu efek domino atau cascading failure.

Baca Juga: Dirut Bulog Ajak Mahasiswa Tinjau Gudang Beras, Klaim Swasembada Pangan RI Nyata

Ketika satu titik mengalami masalah, jaringan lain bisa ikut terdampak dalam waktu cepat.

Peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi pada Juni 2024 lalu.

Saat itu, gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau SUTET 275 kV disebut menjadi pemicu utama padamnya listrik di sejumlah wilayah Sumatera.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem kelistrikan di Sumatera masih cukup rentan terhadap gangguan besar, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan industri dan urbanisasi yang terus berkembang.

Baca Juga: Dapat Apa

Dampak pemadaman massal ini terasa cukup berat bagi masyarakat.

Di Bagansiapiapi dan Dumai misalnya, aktivitas perdagangan kecil terganggu karena banyak toko tidak bisa beroperasi normal.

Tak hanya itu, layanan kesehatan dasar hingga penyimpanan bahan pangan yang bergantung pada pendingin listrik juga ikut terdampak.

Situasi seperti ini tentu membuat masyarakat panik, apalagi ketika pemadaman berlangsung cukup lama tanpa kepastian.

Baca Juga: Daftar Universitas Terbaik di Kalimantan Timur Versi uniRank 2026, Unmul Masih Nomor Satu

Sejumlah warga juga mengeluhkan gangguan komunikasi dan aktivitas rumah tangga karena perangkat elektronik tidak dapat digunakan.

Pada malam hari, suasana gelap di beberapa daerah bahkan memicu kekhawatiran warga terkait keamanan lingkungan.

Masyarakat kini berharap PLN segera memberikan penjelasan resmi sekaligus mempercepat proses pemulihan jaringan listrik agar aktivitas bisa kembali berjalan normal.***