POJOKSATU.id -Komunitas film independen asal Ciputat, Tangerang Selatan, Rona Films, kembali mencatatkan prestasi gemilang di dunia perfilman nasional.

Melalui karya pendek berjudul “Berputarlah Kenangan”, Rona Films berhasil menembus nominasi Film Terbaik Kategori Umum Nasional dalam ajang bergengsi Festival Film Banten (FFBAN) 2025.

Ajang yang diikuti oleh 184 film dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi bukti nyata bahwa kreativitas sineas muda dari daerah terus berkembang pesat dan mampu bersaing di kancah nasional.

Baca Juga: Negara Rugi Miliaran Rupiah, Perumda Pembangunan Sarana Jaya Diadukan ke DPRD DKI Jakarta

Film berdurasi 5 menit 30 detik ini mengangkat tema tentang kenangan, kehilangan, dan proses manusia berdamai dengan masa lalu.

Kisahnya dibalut dengan simbol budaya Sunda berupa kolecer kincir angin tradisionalyang menjadi metafora tentang siklus kehidupan.

“Melalui kolecer, kami ingin menyampaikan bahwa hidup dan kenangan selalu berputar.

Baca Juga: Mendadak Puluhan Karangan Bunga untuk Menkeu Purbaya dari Food Tray, Gunakan Produk Lokal untuk MBG

Ada pesan tentang menjaga, mewariskan, dan berdamai dengan masa lalu,” ungkap Taufik Nur Rohman, sutradara Berputarlah Kenangan, saat diwawancarai usai pengumuman nominasi.

Film ini diproduksi oleh Imam Rizki dan ditulis oleh Nura, yang dikenal dengan karya-karya bernuansa emosional dan reflektif.

Sinematografi yang puitis serta kedalaman pesan budaya menjadi daya tarik utama film tersebut, membuatnya menonjol di antara ratusan karya lain yang berlaga di FFBAN 2025.

Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup Tegas Tujuan Mempercepat Perubahan Iklim dalam COP30

Selain menyoroti keindahan visual dan makna simbolik, film ini juga menghadirkan suasana emosional yang kuat, menggugah penonton untuk merenungi perjalanan hidup dan arti kehilangan.

Prestasi ini menjadi langkah penting bagi Rona Films yang telah aktif sejak beberapa tahun terakhir dalam memproduksi film independen bertema sosial dan budaya.

Komunitas ini juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan pelatihan film dan kolaborasi lintas daerah guna mendorong tumbuhnya sineas muda di Tangerang Selatan.

“Ciputat punya banyak potensi kreatif yang belum terekspos. Kami ingin membuktikan bahwa karya dari komunitas lokal pun bisa diakui secara nasional,” tambah Taufik.

Capaian Rona Films di FFBAN 2025 ini sekaligus menjadi motivasi baru bagi para pembuat film muda di Tangsel untuk terus berkarya, memperkaya dunia perfilman Indonesia dengan ide-ide segar yang berakar pada kearifan lokal.***