POJOKSATU.id, JAKARTA – Hal tak biasa terjadi di halaman Kementerian Keuangan pada hari ini, Rabu (12/11/2025).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendapat puluhan kiriman karangan bunga dari para produsen lokal dan industri food tray atau peralatan makan.
Mereka menaruh harapan ke Purbaya menyampaikan aspirasi, jeritan dan masukan ke Presiden Prabowo dan stakeholder agar melibatkan produsen atau industri lokal dalam pelaksanaan program MBG termasuk food tray.
Mereka mengaku kecewa karena anggaran negara atau APBN untuk program makan bergizi gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) lebih menghidupkan para produsen di China dibandingkan produsen lokal.
Baca Juga: Identitas dan Kondisi Terbaru Mahasiswi Ekonomi Bisnis Unpak Terjatuh dari Lantai 3 Gedung Fakultas
Pasalnya, food tray untuk program MBG masih didominasi oleh produk-produk impor khususnya dari China.
Padahal, produsen lokal yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Wadah Makanan Indonesia (APMAKI) sudah mampu memproduksi 11 juta food tray per bulan dengan standar halal dan SNI yang terjamin.
Berdasarkan pantauan di taman Gedung Juanda 1, Kementerian Keuangan, Jakarta, ada karangan bunga yang hanya berisikan protes atau kritikan tanpa disertai nama.
Namun, ada juga karangan bunga yang berisikan kritikan, protes dan harapan disertai nama orang tertentu.
"Selamat food tray China Berjaya, produsen Food Tray lokal jadi penonton," tulis produsen lokal bernama Rudi Santoso di papan bunga-nya.
Baca Juga: Angka Stunting Turun ke 15,9 Persen, Jawa Barat Raih Penghargaan Terbaik Nasional dari Kemenko PMK
Sindiran keras juga datang dari seorang produsen bernama Rizky Ramadhan yang ditulis dalam karangan bunga itu. Dia mengungkapkan kekecewaannya.
"Hati kami produsen Food Tray lokal terluka, merasa asing di tanah kelahiran sendiri," tulisnya.
Begitu juga dengan produsen lokal bernama Siti Aminah yang meluapkan kekecewaannya di karangan bunga dengan tulisan.
"Selamat menikmati food tray import, kami produsen lokal sedang gulung tikar," tulisnya.
Karangan bunga tersebut berisikan rangkaian protes, kekecewaan, kritikan, masukan sekaligus harapan para produsen Food Tray lokal agar dilibatkan secara aktif dalam program MBG.
Pasalnya praktek di lapangan, diduga kuat food tray masih menggunakan impor khususnya dari China. Padahal, produsen Food Tray lokal sudah siap secara kualitas dan kapasitas.
Ada juga yang berharap Presiden Prabowo Subianto segera bertindak untuk memastikan program MBG benar-benar memberdayakan produsen lokal atau dalam negeri.
“Tolong Pak Presiden, katanya mau memberdayakan produk lokal tapi kok MBG pakai Food Tray Impor,” tulis salah seorang produsen di karangan bunganya.
Diketahui, sepanjang setahun pelaksanaan MBG, tercatat 1,4 miliar porsi makanan telah dimasak dan dibagikan dari 12.508 SPPG untuk 36,7 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Sebanyak 625,4 ribu lapangan kerja baru pun tercipta dari dapur SPPG. Sementara, 18.895 UMKM, koperasi, dan BUMDEs telah menjadi bagian ekosistem ekonomi MBG.
Diketahui, selain bendahara negara, Menkeu Purbaya juga menjadi anggota Tim Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).***




