POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menetapkan Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat sebagai salah satu prioritas peningkatan layanan kesehatan pada 2026.
Puskesmas tersebut akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap guna memperluas akses layanan bagi sekitar 23 ribu warga yang tersebar di 20 desa.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan hal itu saat meninjau langsung Puskesmas Mandrehe, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Kabar Gembira, Gus Fawait Perpanjang Pembebasan Denda Pajak Daerah Jember hingga September 2026
Menurutnya, fasilitas kesehatan tersebut dipilih karena memiliki cakupan pelayanan yang besar, sementara masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer untuk mencapai rumah sakit daerah.
Bobby menjelaskan peningkatan Puskesmas Mandrehe merupakan bagian dari program perbaikan 20 puskesmas di Sumatera Utara sepanjang 2026.
Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan usulan pemerintah kabupaten dan kota dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kesehatan di masing-masing daerah.
Baca Juga: Guru Mengalami Masalah Tunjangan? Ini Jenis Kendala yang Bisa Dilaporkan ke Kemendikdasmen
Dalam pengembangannya, Puskesmas Mandrehe akan dilengkapi ruang rawat inap berkapasitas 10 tempat tidur.
Fasilitas persalinan, tenaga dokter, hingga peralatan kesehatan juga akan ditingkatkan agar masyarakat dapat memperoleh layanan medis yang lebih lengkap tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit.
Menurut Bobby, langkah tersebut merupakan upaya Pemprov Sumut memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kepulauan Nias.
Baca Juga: Tunjangan Macet? Kemendikdasmen Sediakan Kanal Aduan Resmi untuk TPG, TKG, dan DTP
Dengan peningkatan kapasitas puskesmas, diharapkan kendala akses pelayanan kesehatan yang selama ini dihadapi masyarakat dapat berkurang.
Selain membenahi infrastruktur kesehatan, Pemprov Sumut juga terus memperkuat kualitas tenaga medis melalui program beasiswa dokter spesialis.
Program tersebut telah mengirim sejumlah dokter untuk menempuh pendidikan spesialis di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bobby menambahkan, selama dokter menjalani pendidikan spesialis, pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan rotasi tenaga medis agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal hingga para dokter kembali bertugas. ***

