POJOKSATU.id - Ratusan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Kota Medan dalam ajang Youth City Changers (YCC) APEKSI 2026.

Forum yang menjadi ruang bertukar gagasan antarpemuda ini menjadi momentum bagi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menghadapi tantangan perkotaan.

Pembukaan YCC yang berlangsung di Hotel Le Polonia, Minggu (28/6/2026), menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang digelar di Kota Medan.

Baca Juga: Harapan Baru Lawan Kanker Payudara, BRIN Kembangkan Obat dari Kulit Manggis untuk Terapi Sekaligus Deteksi

Kegiatan ini menghadirkan delegasi pemuda, komunitas, dan perwakilan kota dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menyoroti pentingnya keterlibatan anak muda dalam pembangunan kota.

Menurutnya, tantangan perkotaan saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, bencana, hingga kebutuhan menciptakan lingkungan kota yang lebih adaptif.

Baca Juga: Harmonikanya Bikin Terpukau, Reyharp Bawa Warna Baru di Localfest 2026 Bersama Aldi Taher

Ia mengangkat pengalaman Kota Medan saat menghadapi bencana hidrometeorologi pada November 2025 yang berdampak luas di sejumlah wilayah Sumatera.

Saat itu, 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan sempat terdampak banjir, dengan puluhan ribu warga terkena imbas dan sebagian harus mengungsi.

“Ketangguhan kota bukan hanya dilihat saat bencana terjadi, tetapi bagaimana kota mampu bangkit dan pulih setelahnya,” ujar Rico.

Baca Juga: BRIN Ubah Sampah Plastik Jadi Solar Premium Petasol, 1 Kg Limbah Bisa Hasilkan 0,9 Liter BBM

Menurutnya, membangun kota yang kuat membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, komunitas, relawan, dan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Rico menyebut ada tiga hal penting dalam membangun kota tangguh, yakni penguatan mitigasi dan pemulihan pascabencana, budaya gotong royong, serta keterlibatan aktif anak muda sebagai bagian dari solusi.

“Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama energi dan kreativitas anak-anak muda,” katanya.

Baca Juga: Sepekan Kemudian, Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Jawab Semua Tudingan Aliansi Nusantara

Melalui tema Anak Muda Tangguh untuk Indonesia, YCC APEKSI 2026 diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan ide dan inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan kota.

Selain pembukaan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi Sharing Session bertema “Inspirasi Kota Tangguh” dengan menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, serta Rico Waas sebagai pembicara.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan gagasan yang disampaikan selama diskusi.

Forum tersebut menjadi wadah bagi pemuda lintas kota untuk saling belajar sekaligus menyusun perspektif baru tentang masa depan perkotaan di Indonesia.***