POJOKSATU.id, JAKARTA-- Sepekan usai kena tuding macam-macam dari Aliansi BEM Fakultas Bersatu, eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjawab semua tudingan tersebut.
Tiyo menilai semua tuduhan itu semata-mata ingin membuatnya tidak fokus terhadap isu-isu yang saat ini sedang dia kawal bersama teman-temannya.
"Hari ini saya kira memang tuduhan itu dilakukan untuk menyibukkan saya. Jadi saya pribadi memilih fokus untuk pada hal-hal yang strategis dan hal-hal substantif," kata Tiyo saat ditemui di UGM, Kamis (25/6).
"Terkait kedekatan dengan pihak-pihak tertentu, saya kira orang bisa melakukan cocoklogi macam-macam lah,” jelasnya.
Baca Juga: WhatsApp Plus Resmi Diuji Coba, Ini 5 Perbedaan dengan WhatsApp Gratis yang Bikin Penasaran
“Saya tetap independen sebagai individu yang merdeka, yang ingin supaya kekuasaan hari ini berjalan dengan benar," sambungnya.
Selanjutnya, soal tudingan mendapat pinjaman mobil untuk operasional, Tiyo balik mempertanyakan kapabilitas pihak yang menudingnya seperti itu.
Tiyo menilai aliansi itu bermasalah dan tak bisa dipercaya. Dia mempersilakan pihak-pihak yang menuduhnya itu untuk membuktikan.
"Saya kira lagi-lagi ya, pertanyaan saya kan satu, itu kan tudingan yang dilakukan oleh BEM Fakultas Bersatu,” katanya.
Baca Juga: Chef Pribadi Nikita Willy Viral, Ternyata Sudah Berteman Sejak 2013 dan Punya Kisah Inspiratif
Dia mengaku baru mengetahui ada aliansi BEM Fakultas Bersatu. Setelahnya dia melihat beberapa organisasi yang ada di kampus tempat anggota BEM ini berkuliah lalu mengklarifikasi bahwa 14 orang yang mengaku aliansi BEM Fakultas Bersatu, ada yang ternyata bukan mahasiswa, ada yang sudah lulus, ada yang bukan ketua BEM tapi ngaku ketua BEM.
"Apa yang bisa dipercaya dari orang-orang yang sejak dari tubuhnya saja sudah berbohong? Saya enggak pernah menampilkan apa pun yang berkaitan dengan kendaraan atau apa,” jelasnya.
“Sehingga ini tudingan yang saya kira kalau dalam bahasa hukum ya, yang menuding ya yang harus membuktikan," imbuhnya.
Selain dua tudingan itu, Tiyo juga mendapat beberapa tudingan lain yang menurutnya tidak berdasar.
"Saya itu kan sudah dituding macam-macam,” katanya.
Dia lalu dituding sebagai LGBT, gara-gara waktu itu di belum punya pacar. Lalu Tiyo juga dituding Anak Abah (sebutan untuk pengikut Anies Baswedan), karena pernah satu forum dengan Anies Baswedan ketika forum alumni ketua BEM.
“Berbagai tudingan itu dihantamkan pada saya," ujarnya.
Kata Tiyo, segala tudingan yang dialamatkan kepada dirinya bertujuan untuk membuatnya gentar dan disibukkan untuk mengklarifikasi satu demi satu tudingan itu.
Namun Tiyo menegaskan, ia tetap fokus pada hal-hal yang strategis dan substantif alih-alih sibuk menjawab satu per satu tudingan itu.
"Biarlah waktu yang menentukan apakah tudingan itu benar atau keliru. Biarlah narasi yang saya ucapkan yang jadi ukuran, apakah tudingan itu benar atau keliru. Karena hanya dengan itu cara kita untuk mengukur apakah kita itu adalah sosok yang independen atau kita adalah patron, berpatron pada pihak-pihak tertentu," tegasnya.***




