POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiapkan langkah besar dalam membenahi layanan kesehatan dasar.

Sebanyak 31 puskesmas dan puskesmas pembantu akan direvitalisasi hingga dibangun ulang, sebagai bagian dari transformasi sistem pelayanan publik di sektor kesehatan.

Komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan kini mulai masuk ke tahap konkret.

Baca Juga: Bikin Haru! ASN Wajo yang Khatam Al-Qur'an Dapat Hadiah Umrah dari Bupati Rosman Saat Apel Perdana Setelah Libur Lebaran

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memastikan bahwa pembenahan fasilitas kesehatan tidak lagi sebatas wacana.

Program ini mencakup pembangunan ulang tiga puskesmas utama serta revitalisasi puluhan fasilitas lainnya yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Langkah tersebut disampaikan usai peninjauan langsung ke Puskesmas Rengas Pulau, Medan Marelan, pada Kamis, 26 Maret 2026.

Baca Juga: Usai Libur Lebaran 2.708 ASN Kemensos Tak Masuk di Hari Pertama Kerja, Mensos Gus Ipul 'Tunjangan Kinerja Bisa Dipotong'

Fokus Perubahan: Dari Gedung ke Sistem Layanan
Dalam kunjungan tersebut, Rico Waas menemukan sejumlah persoalan mendasar.

Mulai dari kondisi bangunan yang sempit hingga kerusakan plafon di beberapa ruangan.

Temuan ini menjadi dasar bahwa perbaikan tidak cukup dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh.

Baca Juga: Viral Bus Bersitegang di Kediri, Aksi di Tengah Jalan Picu Kemacetan

“Kami memastikan ini layak dibangun ulang. Dalam satu atau dua bulan ke depan, pengerjaan sudah bisa dimulai,” ujarnya.

Namun demikian, yang menarik dari kebijakan ini bukan hanya soal pembangunan fisik. Pemerintah juga menekankan perubahan pada kualitas pelayanan.

Rico menegaskan bahwa pembangunan gedung harus berjalan seiring dengan peningkatan standar layanan kepada masyarakat.

31 Fasilitas Kesehatan Masuk Program
Secara rinci, pemerintah akan melakukan pembangunan ulang terhadap tiga puskesmas di wilayah Medan Tuntungan, Medan Marelan, dan Medan Timur.

Baca Juga: Sudah Dilantik, 784 PPPK Paruh Waktu di Bener Meriah Siap Kerja Mulai April, Gaji Tertinggi Rp1,3 Juta

Sementara itu, sebanyak 28 fasilitas lainnya akan menjalani proses revitalisasi, termasuk puskesmas pembantu.

Jika ditarik ke konteks lebih luas, program ini menjadi salah satu langkah paling ambisius dalam pembenahan layanan kesehatan tingkat pertama di Kota Medan.

Tidak Ada Lagi Penolakan Pasien
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, pemerintah juga membawa pesan kuat terkait akses layanan kesehatan.

Baca Juga: TPG April 2026 Diprediksi Cair 21–30 April, Ini Timeline Lengkap dari Validasi 15 April hingga SKTP Terbit Agar Guru Tidak Kehilangan Haknya

Rico menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi masyarakat yang tertunda atau bahkan ditolak saat membutuhkan layanan medis.

“Pelayanan harus maksimal. Ini wajah kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa reformasi yang dilakukan tidak hanya menyasar fisik, tetapi juga budaya pelayanan di fasilitas kesehatan.

Kebutuhan Mendesak di Wilayah Padat
Khusus untuk Puskesmas Rengas Pulau, pembangunan ulang menjadi prioritas karena tingginya kepadatan penduduk di kawasan Medan Marelan.

Baca Juga: Trump Protes Keras Iran Pungut Biaya Kapal di Selat Hormuz hingga Rp33,8 Miliar, Sebut Tak Seharusnya Terjadi

Kondisi ini menuntut fasilitas kesehatan yang lebih representatif, baik dari sisi kapasitas maupun efisiensi pelayanan.

Fakta ini semakin menegaskan bahwa pemerataan akses kesehatan menjadi isu penting di wilayah perkotaan dengan pertumbuhan penduduk tinggi. ***