POJOKSATU.id – Di tengah upaya peningkatan layanan kesehatan, Puskesmas Rengas Pulau di Medan Marelan, Kota Medan menuai apresiasi dari warga.

Namun di balik pelayanan yang dinilai ramah dan profesional, masih ada catatan terkait kenyamanan fasilitas.

Transformasi layanan kesehatan terus dilakukan Puskesmas Rengas Pulau di bawah kepemimpinan dr. Voidance Bakara.

Baca Juga: Bikin Haru! ASN Wajo yang Khatam Al-Qur'an Dapat Hadiah Umrah dari Bupati Rosman Saat Apel Perdana Setelah Libur Lebaran

Salah satu perubahan yang kini diterapkan adalah sistem Integrasi Layanan Primer (ILP), yang mengelompokkan pelayanan berdasarkan kebutuhan dan siklus hidup pasien.

Dengan sistem ini, pasien tidak lagi mendapatkan layanan umum semata. Setiap kelompok, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lansia, memperoleh penanganan yang lebih spesifik dan terarah.

“Semua pelayanan di sini sudah ILP. Jadi, layanan mencakup berbagai kategori pasien sesuai kebutuhan,” ujar Voidance, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga: Usai Libur Lebaran 2.708 ASN Kemensos Tak Masuk di Hari Pertama Kerja, Mensos Gus Ipul 'Tunjangan Kinerja Bisa Dipotong'

Salah satu pasien, Mulia mengaku puas dengan sikap petugas yang dinilai ramah dan profesional.

“Pelayanannya sangat bagus dan sopan,” ungkap Mulia.

Meski begitu, ia juga menyoroti kondisi ruang tunggu yang dinilai masih kurang nyaman karena kapasitasnya terbatas.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat jumlah pasien yang datang cukup tinggi setiap harinya.

Baca Juga: Viral Bus Bersitegang di Kediri, Aksi di Tengah Jalan Picu Kemacetan

Pelayanan Padat, Fasilitas Jadi Sorotan
Puskesmas Rengas Pulau diketahui melayani sekitar 100 hingga 120 pasien per hari.

Dengan jumlah tersebut, ruang tunggu yang sempit berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, terutama pada jam-jam sibuk.

Menariknya, di tengah keterbatasan fasilitas, pihak puskesmas tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan agar tidak menurun.

Baca Juga: Sudah Dilantik, 784 PPPK Paruh Waktu di Bener Meriah Siap Kerja Mulai April, Gaji Tertinggi Rp1,3 Juta

Operasional layanan juga berjalan cukup optimal dengan jadwal Senin hingga Jumat pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, serta Sabtu hingga pukul 13.30 WIB.

Bahkan dalam kondisi darurat, pelayanan tetap diupayakan di luar jam operasional.

Transformasi Layanan dan Penambahan Fasilitas
Jika dilihat lebih luas, Puskesmas ini memang sedang dalam fase pengembangan.

Selain penerapan ILP, layanan kesehatan juga diperkuat melalui aktivitas Posyandu yang rutin dilakukan di masyarakat.

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Percepatan Program CSR

Langkah ini bertujuan memastikan pemantauan kesehatan, khususnya bagi balita dan anak-anak, dapat berjalan optimal.

Tak hanya itu, tahun ini puskesmas juga akan menambah fasilitas layanan medis.

Setelah sebelumnya menghadirkan USG untuk ibu hamil, kini layanan EKG atau pemeriksaan jantung akan segera tersedia.

Baca Juga: SKTP April 2026 Akan Terbit Minggu Kedua? Ini Analisis Berdasarkan Data Sebelumnya dan Strategi Guru Menghindari Kendala Administrasi

“Dengan dukungan tenaga kesehatan yang mumpuni, kami terus bertumbuh memberikan pelayanan terbaik,” jelas Voidance. ***