POJOKSATU.id - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyalurkan bantuan rehabilitasi bagi rumah ibadah yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara.
Penyaluran bantuan Inalum tersebut dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun lalu.
Program bantuan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang berkoordinasi langsung dengan gereja-gereja yang terdampak.
Baca Juga: Masjid Wahyu Al-Hadi Sampit, Ikon Religi Megah di Kotawaringin Timur
Bantuan dari Inalum diserahkan kepada Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan, untuk kemudian diteruskan kepada gereja-gereja penerima manfaat.
Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium kepada masyarakat di daerahnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Inalum atas kepedulian dan dukungannya. Bantuan ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas masih sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Antusias Tinggi! Nonton Duluan Film Na Willa Digelar di 22 Kota, Tiket di Jakarta Ludes
Bantuan rehabilitasi tersebut diberikan kepada tiga gereja yang mengalami kerusakan akibat banjir, yaitu HKBP Panggunggungan, HKI Jagapayung, dan GKLI Bantoon.
Mewakili penerima bantuan, Pendeta HKI Jagapayung, Timbul Barita Sitorus, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Inalum serta Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan atas bantuan yang diberikan.
“Kami berterima kasih kepada Inalum yang telah memberikan perhatian kepada gereja-gereja yang terdampak bencana, bahkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei," ungkapnya.
"Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki gereja dan mendukung kenyamanan jemaat dalam beribadah,” lanjutnya.
Baca Juga: PHOKI Gelar Iftar dan Santunan Anak Yatim, Wujud Kepedulian Komunitas Honda di Bulan Ramadhan
Bagi Inalum, pemberian bantuan rehabilitasi ini memiliki makna penting bagi gereja dan jemaat.
Rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat penguatan spiritual, tempat berkumpulnya komunitas, serta ruang untuk membangun solidaritas dan saling menguatkan di tengah situasi sulit pascabencana.
Dengan pulihnya kondisi gereja, Inalum berharap jemaat dapat kembali menjalankan kegiatan ibadah dan pelayanan secara normal, sekaligus mempercepat pemulihan moral dan sosial masyarakat yang terdampak.
Kepala Departemen CSR Inalum, Zainuddin Iqbal Sidabutar, menjelaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung masyarakat di wilayah operasional dan sekitarnya.
Baca Juga: Bupati Bandung Sambut Relaksasi Dana BOSP, Honor Guru Non ASN Berpeluang Naik
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Humbang Hasundutan. Inalum berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam tahap rehabilitasi pascabencana," tuturnya.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban jemaat dan membantu mempercepat proses pemulihan,” ujarnya.
Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung proses pemulihan pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Saat itu, banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Humbahas akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap serta memicu longsor di beberapa titik.
Baca Juga: Warga Dramaga Wajib Tahu! 7 Kuliner Kaki Lima Favorit untuk Buka Puasa, Murah dan Bantu UMKM
Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga, tetapi juga merusak berbagai fasilitas umum, termasuk rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Sejumlah gereja dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan material yang terbawa arus, sementara sebagian warga harus mengungsi dan menjalani masa pemulihan pascabencana.
Melalui program ini, Inalum berharap proses pemulihan di Humbang Hasundutan dapat berjalan lebih cepat, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan keagamaan secara normal. ***

