POJOKSATU.ID — Perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan dipercepat untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh.

Diketahui, Darmawan turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi dan bekerja secara maksimal.

Baca Juga: Solidaritas Terhambat! Diaspora Keluhkan Pajak Bantuan Bencana, Negara Dinilai Kurang Peka, Ini Bantuan Bukan Impor

Ia menegaskan bahwa pemulihan hanya dapat dicapai dengan kolaborasi lintas sektor.

"Tim bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat," jelasnya.

Menurutya, timnya harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman.

Baca Juga: Menunggu Juknis TPG Bulanan? Jangan Diam, Ini 9 Langkah Aman agar Data Sekolah Siap Kapan Pun Saat Aturan Resmi Terbit

"Kami juga menyampaikan terimakasih atas seluruh dukungan pemerintahan hingga masyarakat sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik," ujar Darmawan.

Sebelumnya, lima tower SUTT roboh dan tujuh lainnya mengalami kerusakan di jalur Langsa–Pangkalan Brandan akibat banjir serta pergeseran tanah yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari sistem besar Sumatra," ungkapnya.

Baca Juga: Doakan Aceh Kembali Pulih, Prabowo Singgung Listrik yang Baru Sebagian Diperbaiki

Untuk recovery, PLN mengerahkan 1.476 personel yang di datangkan dari berbagai unit PLN se-Indonesia untuk membantu mempercepat pekerjaan, baik perbaikan tower di jalur transmisi, perbaikan jaringan distribusi ke pelanggan, hingga dukungan armada dan logistik.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin menambahkan bahwa pekerjaan dilakukan non stop dengan sistem shift untuk memastikan perbaikan berjalan lebih cepat.

"Saat ini tim di lokasi secara terus menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak," Ujar Amirrudin.

Baca Juga: TPG Cair Bulanan Mulai 2026? Juknis Belum Terbit, Namun Persiapan Data Dapodik Sudah Wajib Dilakukan Sekolah dan Guru

Pihaknya juga menjalin kolaborasi strategis dengan TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, hingga akses logistik di area yang sulit dijangkau.

Sinergi ini menjadi kekuatan penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur transmisi yang terdampak.

"Prioritas utama kami adalah memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh," tambah Amiruddin.

Baca Juga: Cegatan Mata Elang yang Berujung Maut, Bagaimana Peristiwa Singkat Itu Berakhir dengan Pembakaran Kalibata? Begini Awal Mulanya

PLN mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ini. Seluruh langkah perbaikan ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan Aceh. ***