POJOKSATU.id, MEDAN-PT Pegadaian mengajak para suporter PSMS Medan untuk peduli terhadap lingkungan dan meraih keuntungan dari mengelola sampah yang bisa 'disulap' menjadi bernilai jual layaknya 'emas'.
Memanfaatkan sampah menjadi 'emas' ini dilakukan melalui program Bank Sampah Pegadaian. PT Pegadaian juga mendorong para suporter yang memiliki usaha UMKM bisa naik kelas.
PT Pegadaian menyampaikan hal tersebut kepada suporter PSMS dan kelompok UMKM saat menggelar sosialisasi peduli lingkungan dan UMKM, yang berlangsung di Aula Dispora Sumatera Utara, Jumat, 10 Januari 2025.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program Pegadaian Peduli sebagai bentuk dukungan dalam menyukseskan program pemerintah baik di bidang lingkungan maupun UMKM.
Baca Juga: Ribuan Formasi Kosong pada Seleksi PPPK 2024, Bakal Dialihkan untuk Guru yang Tak Terakomodir
Deputi Bisnis Area Medan 1 PT Pegadaian Kanwil I Medan, Anwar Hidayat mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa mendorong pelaku UMKM bisa naik kelas.
Salah satu bentuk cinta dan peduli lingkungan dengan menanam pohon dan menjaga kebersihan, baik saat berada di dalam dan luar stadion. Caranya, dengan mengelola kembali sampah menjadi produk berharga melalui bank sampah.
“Harapan kami juga, bank sampah sebagai motor sekaligus pelopor terciptanya kebersihan lingkungan, baik di lingkungan Stadion dan masyarakat. Ini saya harap momen juga agar kita semua peduli terhadap kebersihan kota,” ujar Anwar.
Baca Juga: Jumlah Pelamar PPPK Tahap 2 di Daerah Ini Belum Capai Target, Peluang Besar Nih!
Begitu juga dengan kegiatan penanaman pohon yang tersebar di tiga lokasi, menjadi bentuk kecintaan suporter terhadap lingkungan. Maka, dengan keterlibatan suporter di program kali ini menjadi duta peduli lingkungan dan duta wirausaha.
“Antusias suporter luar biasa dan harapannya tentu selain terus memiliki kecintaan terhadap klub PSMS, tetapi mereka dari sisi perekonomian juga kami perhatikan. Contohnya bisa mengikuti program pembiayaan di Pegadaian dalam rangka menaikkelaskan bisnis yang ada,” ujarnya.
Sosialisasi peduli lingkungan dengan menghadirkan pemateri Direktur bank sampah Anyelir Medan, Muhamad Iskar.
Dalam paparannya, Iskar mengajak suporter peduli terhadap lingkungan dengan mengolah kembali sampah anorganik maupun organik. Selain menyelamatkan bumi dan lingkungan dari pencemaran, olahan sampah juga bisa mendapatkan keuntungan ekonomi melalui produk bernilai yang bisa dijual.
"Sumber sampah dari rumah tangga itu ada 58 persen. Jadi, saya mengajak suporter untuk bertanggung jawab menyelamatkan bumi dari pencemaran sampah," ucap Iskar.
Menurut iskar, jika sampah bisa diolah menjadi barang bernilai tinggi, tentu memberikan efek besar bagi ekonomi masyarakat. Pengelolaan sampah juga hanya membutuhkan kepedulian dan kemandirian masyarakat tanpa modal besar.
"Bahwa sampah berguna dan memiliki nilai. Selain menjaga, juga sampah juga memiliki nilai guna ekonomi keluarga. Maka, jadikan sampah sahabat masa depan dengan mengelola sampah mulai dari diri sendiri dan hal kecil," bebernya.
Kegiatan ini ditutup dengan penanaman pohon bersama di area komplek Sumut Sport Center, Jalan Pancing, Kabupaten Deli Serdang.
Baca Juga: Seleksi PPPK Madina 2024 Tanpa Tambahan SKTT, Madina Care: Memperkecil Ruang Manipulasi
Sementara Ketua suporter SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir mengatakan program Pegadaian Peduli lingkungan dan UMKM sejalan. Apalagi, dalam kepengurusan SmeCK, ada bidang kreatif yang punya peluang untuk terlibat dalam pengelolaan bank sampah dan UMKM.
"Kami siap menyukseskan kegiatan positif dari Pegadaian yang bagus ini. Untuk ke depannya kita coba libatkan semua basis kami. Mudah-mudahan ke depan kita akan jalin komunikasi lebih intens,” ujarnya.
Sebelumnya, masih dalam rangkaian kegiatan Pegadaian Peduli, juga digelar Coaching Clinic di Stadion Mini Disporasu dengan menggandeng tim pelatih dan pemain PSMS. ***
