POJOKSATU.id, PELATIH PSMS Medan, Nil Maizar, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya takluk dari Persiraja Banda Aceh, Sabtu, 14 Desember 2024, di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang.
Pasalnya, kekalahan PSMS ini menghambat langkah PSMS yang sejatinya bisa mengkudeta Persiraja dari puncak klasemen sementara Grup 1 Liga 2, sekaligus memperbesar peluang lolos ke babak 8 Besar.
Tak hanya itu, kekalahan PSMS dengan skor 1-2 terjadi karena gol-gol lawan tercipta dari kesalahan pemain. Ditambah lagi, banyak peluang yang tak dituntaskan dengan baik.
Baca Juga: Kembali Takluk dari Persiraja, Skuat PSMS Medan Buang Peluang Menang di Kandang
"Hasil yang mengecewakan, kalah di kandang terutama dengan pesaing kita Persiraja Banda Aceh," ujarnya, kepada wartawan, usai pertandingan.
Nil Maizar menjelaskan timnya tidak kalah secara taktik, namun pemainnya yang kurang konsentrasi.
"Secara taktik enggak ada masalah, cuma babak kedua anak-anak kurang fokus sehingga gol yang tidak perlu bisa terjadi," tegasnya.
"Dan itu sebenarnya meruntuhkan mental pemain. Main bola itu harus fokus dari awal sampai akhir," tukasnya.
Baca Juga: Member NewJeans Buka Akun Baru Instagram, Sinyal Serius Lepas dari Nama Grup Naungan ADOR
Pun, Nil mengatakan bukan hanya dirinya yang kecewa dengan hasil ini, tapi juga seluruh elemen.
"Walaupun Kita banyak peluang, finishing dua tiga kali kena tiang, tapi itulah sepak bola. Semua kecewa, saya kecewa, pemain kecewa," sebutnya.
PSMS, lanjutnya tidak ingin berlama-lama terpuruk dengan hasil ini. Karena, ada tiga partai sisa yang sangat menentukan.
Salah satu lawan terdekat adalah melawan Dejan FC pada Kamis, 19 Desember 2024 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.
"Kita evaluasi tim ini menghadapi Dejan FC. Ini tidak bagus untuk atmosfer kita," ujarnya.
Baca Juga: Hasil Semifinal BWF WTF 2024: 6 Kali Match Point, Fajri Malah Takluk dari Duo Malaysia
Dia tidak ingin gol-gol tim lawan tercipta seperti melawan Persiraja.
"Kalau secara taktik enggak boleh, karena itu bukan gol individual, kesalahan kita, dan itu kehilangan penjagaan, enggak boleh," sebutnya.
Nil menegaskan evaluasi ke seluruh lini tidak hanya pertahanan.
"Masa kesalahan di satu orang, saya sebagai head coach akan memperbaiki. Kita harus bangkit, apa yang ada di hari ini tidak akan terulang lagi melawan Dejan, kita harus focus," jelasnya.
"Kita evaluasi semuanya dari lini bertahan, menyerang, karena satu detik kita lengah, lawan cetak gol, itu yang kami enggak terima hari ini," tandasnya.
Baca Juga: Mau Kuliah di Jogja? Cek 10 Universitas Swasta Terbaik di Kota Pelajar, Berminat Daftar?
Dia juga mengomentari sang striker, Juninho yang saat melawan Persiraja kurang bisa berkutik.
"Juninho jadi target untuk dimatikan pergerakannya (oleh lawan), dikawal satu sampai tiga orang, ini menjadi salah satu kesulitan. Tapi kita punya peluang, seandainya (bola tendangan) Gama tidak kena tiang dua kali, (bola) Juninho kena tiang, kita bisa cetak gol," ungkapnya.
Sementara itu, pemain PSMS, Rafi Dwi Angga, mengungkapkan meski kecewa berat, rekan-rekannya janji akan bermain dengan lebih baik melawan Dejan FC.
"Ini hasil mengecewakamn buat kami, tapi ini bukan akhir. Kami akan bangkit di pertandingan selanjutnya. Dan kita bisa jadikan evaluasi melawan Dejan, enggak ada cerita harus menang melawan Dejan," tegasnya.
Seperti diketahui, takluk 1-2 dari Persiraja membuat rekor Rachmad Hidayat dkk tak terkalahkan di kandang, langsung runtuh.
PSMS juga gagal membalas kekalahan pada Putaran II di kandang Persiraja dengan skor yang sama. ***

