POJOKSATU.id, MEDAN-Desainer kelahiran Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara (Sumut) kembali mengenalkan karya berupa kain halal di kancah international.

Kali ini, Torang Sitorus menampilkan kain halal lewat 20 desain bersama sejumlah desainer Indonesia lainnya di ajang House Of Icon Fashion Week London yang berlangsung di Kota London, Inggris pada 14 September 2024 lalu.

Pengenalan kain halal di level internasional ini dilakukan Torang Sitorus setelah sebelumnya tampil di ajang Islamic Fashion Festival di Kuala Lumpur, Malaysia pada 5 Agustus 2024 lalu.

"Ini masih dari rangkaian kegiatan Indonesia Global Halal Fashion," ujar Torang di Medan, Rabu, 2 Oktober 2024.

Baca Juga: Begini CARA CEK DATA Tenaga Honorer atau Non-ASN di Database BKN, PASTIKAN Bisa Ikut Pendaftaran Seleksi PPPK 2024

Torang menjelaskan setelah lebih dari 20 tahun berkarya, ia ingin hasil karyanya bermanfaat buat sekitarnya juga customernya dengan memilihkan bahan-bahan yang aman dan bermanfaat.

"Ini adalah salah satu komitmen aku dalam menjalani sustainbility fashion," ungkapnya.

Sementara itu, selain tampil di Fashion Week London, Torang juga mengisi talkshow yang dilangsungkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London.

Di hadapan para istri-istri duta besar yang ada di London, Torang berbagi cerita dan pengalaman tentang kain halal yang ia gunakan dalam karyanya. Dimana kain tersebut dibuat melalui proses pewarna alami.

Baca Juga: Aturan Baru OJK: Dana Pensiun TAK BISA DICAIRKAN Sebelum 10 Tahun, Produk Anuitas Diberlakukan

"Tentunya ini bisa terselenggara berkat dukungan dan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH," terangnya.

Seperti diketahui, Torang Sitorus selama ini dikenal karena karya desain dan kecintaan akan kain tradisional ulos.

Saking cintanya, dia menulis buku berjudul “Identity in a piece of cloth-The Batak Ulos” pada tahun 2021. Buku 376 halaman ini bermuatan fotografi untuk 136 koleksi ulos terbaiknya dan dilengkapi penjelasan detail.

"Sebuah buku yang dikerjakan tak kurang dari 5 tahun penelitian; tentang perjalanan sejarah Ulos pengalaman sejak masa kecil, hasil koleksi, pendekatan kepada pengrajin, sehingga menghasilkan suatu ikatan hubungan batin dan penghayatan menyeluruh terhadap Ulos," jelasnya soal bukunya kala itu.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Cinta Ikang Fawzi dan Marissa Haque: Melengkapi Perbedaan Agar Hubungan Tetap Harmonis

Dia mengatakan menuntaskan buku tentangb ulos itu penuh perjuangan. Namun, dia berharap, ulos bisa terus dikenal sebagai budaya Indonesia yang tak lekang oleh Waktu.

Kini, karyanya meluas dengan kain halal yang dibuat dari bahan pewarna alami dan bisa dipamerkan di berbagai event sekaligus mendukung kegiatan Indonesia Global Halal Fashion. ***