POJOKSATU.id, MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di halaman kantor Lurah Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (27/1/2024).
Simulasi ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan jajaran untuk melaksanakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan di Halaman Bunga Tjong Yong Yian, Kota Medan.
Baca Juga: Bey Machmudin Apresiasi Peran TNI Merawat Kelestarian Situ Lembang
Ketua KPU Medan, Mutia Atiqah menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam melaksanakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS.
"Kegiatan simulasi ini sangat penting guna memastikan bahwa jajaran di TPS telah siap melakukan tugasnya dengan baik. Jika terdapat kekurangan dan kesalahan, kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan," ujar Mutia.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Muspida dan stakeholder pemilu di Kota Medan.
Baca Juga: Anggaran Snack KPPS Di Sunat, Ini Penjelasan KPU Sleman
Semua pihak terlibat dengan penuh antusias dalam simulasi ini, menunjukkan komitmen untuk menjalankan pemilihan umum yang transparan, adil, dan demokratis.
Sebagai informasi, pemilihan umum akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024.
Pemilu ini tidak hanya akan memilih presiden dan wakil presiden, tetapi juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi, dan DPRD tingkat kabupaten/kota.
Baca Juga: Saat Presiden Soeharto Tolak Wasiat Soekarno untuk Dimakamkan di Bawah Pohon Rindang
Dalam menghadapi pemilu tersebut, KPU Medan terus berupaya memastikan bahwa seluruh tahapan pemungutan dan penghitungan suara berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Simulasi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan KPU Medan untuk menjaga integritas dan profesionalisme penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugas-tugasnya.
"Dengan adanya simulasi ini, diharapkan KPPS di TPS-TPS nantinya akan lebih siap dan terbuka untuk melayani pemilih dengan baik. Keberlangsungan demokrasi di Kota Medan dan Indonesia secara keseluruhan sangat bergantung pada komitmen dan kualitas para penyelenggara pemilu yang profesional dan independen," tandas Mutia. ***


