POJOKSATU.id, MEDAN-Sada Sumut FC dipastikan degradasi ke Liga 3 usai kalah 1-3 dari Sriwijaya FC pada laga playoff degradasi Liga 2, di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Minggu sore, 21 Januari 2024.
Sada Sumut FC degradasi meski masih menyisakan dua laga akhir Grup A. Pasalnya, hingga pekan keempat, tim berjuluk Laskar Simbisa itu belum meraih satu poin pun, alias empat kali kalah beruntun.
Hasil buruk Sada Sumut FC sejatinya patut dipertanyakan. Karena, klub telah melakukan tiga kali pergantian pelatih dari awal musim, dari Suharto AD, Joko Susilo hingga teranyar Muhammad Yusuf Prasetyo.
Manajer Sada Sumut FC, Yosephine Sembiring menjelaskan pergantian pelatih memang dilakukan dengan harapan tim bisa mengangkat tim. Namun, secara hasil semua di luar prediksi.
"Terus terang, manajemen melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan," tegasnya kepada Pojoksatu.id saat dihubungi Minggu malam, 22 Januari 2024.
Dia menjelaskan putaran pertama, Sada Sumut FC dilatih Suharto AD dan diganti karena dianggap tidak mendulang hasil positif.
"Waktu Coach Suharto tidak melihat hasil yang positif, satu menang, satu seri. Kita berpikir berstrategi gimana di putaran kedua bisa mengejar ketertinggalan itu," jelasnya.
Baca Juga: Tanpa Tiga Pemain Inti, PSMS Siap Taklukkan Semen Padang demi Jaga Peluang ke Semifinal Liga 2
Kemudian pada putaran kedua, Sada Sumut FC dilatih oleh Joko Susilo. Dan, hasilnya lebih parah karena tidak sekalipun meraih kemenangan.
Sada Sumut pun akhirnya masuk playoff degradasi Liga 2 yang saat ini sedang berlangsung.
Di babak ini, tim dengan founder Arya Sinulingga ini mengganti pelatih lagi yaitu Muhammad Yusuf Prasetyo. Dan, setelah empat laga, tak juga Sada Sumut tak juga meraih satu poin pun.
"Pas masuk putaran II tidak meraih kemenangan tapi seri. Kemudian ada evaluasi lagi. Ini semua bagian dari strategi agar bagaiamana membuat klub jadi lebih baik," jelas Yosephine.
Dia mengatakan sejatinya antara pemain dan pelatih itu satu kesatuan. Karena, pelatih bagus pemain juga bagus, begitu juga sebaliknya.
"Manajemen melihat ini sudah masalah teknis. Mungkin ada kekurangan kita dalam menentukan pelatih. Kita sebagai manajemen mencoba profesional ke pelatih. Namun, hasil enggak seperti yang kita harapkan," bebernya.
Pun, secara umum, Yosephine memastikan, Sada Sumut FC tidak akan menyerah. Tim ini akan terus ada, dan berjuang lagi musim depan.
"Hasil musim ini kita harus dewasa menerima. Mudahan-mudahan Sada Sumut FC enggak pernah menyerah untuk memperbaiki tim ini untuk musim depan," pungkasnya. ***
