POJOKSATU.id, MEDAN-Lebih dari 500 ribu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) baru telah bergabung dalam platform Grab dan OVO, serta menciptakan 1 juta lapangan kerja baru, dalam setahun terakhir.

Di Medan sendiri ada 38.383 UMKM yang terdata di aplikasi Sistem Pendataan Koperasi dan UMKM (SIMDAKOP) Kota Medan per akhir tahun 2022.

Sedangkan Jumlah UMKM yang mendaftar sebagai binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperasi UKM Perindag) Kota Medan adalah sebanyak 1.825 UMKM.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan kontribusi penting para pelaku UMKM tersebut, Grab dan OVO menggelar Hajatan UMKM 2023, dengan dukungan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) RI.

Baca Juga: Gegara Maafkan Syahnaz, Jeje Govinda Akui Dihujat dan Dicap Netizen sebagai Lelaki Lembek

Acara yang merupakan rangkaian kegiatan menuju peringatan Hari UMKM Nasional yang jatuh pada 12 Agustus nanti, digelar di Fresh Market, Bintaro, Tangerang Selatan pada hari ini, Minggu, 6 Agustus 2023.

Lewat Hajatan UMKM 2023 ini, Grab memberikan kesempatan bagi puluhan pelaku UMKM dari berbagai kota, seperti Medan, Jabodetabek, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya untuk mempromosikan produk unggulan mereka.

Selain bazar dan pameran produk unggulan UMKM, pengunjung Hajatan UMKM 2023 dihibur dengan pertunjukan seni, area permainan keluarga dan sesi olahraga bersama.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki menyambut baik inisiatif Grab dan OVO yang terus mendukung dan memfasilitasi UMKM untuk melakukan transformasi digital.

Baca Juga: Klasemen MotoGP 2023 usai Balapan di Inggris, Francesco Bagnaia Nyaman di Puncak

"UMKM memiliki posisi dan peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi PDB Indonesia sebesar 61% dan menyerap tenaga kerja sebesar 97%,” jelasnya di sela-sela mengikuti sesi makan kuliner khas Nusantara.

Menurut data Kemenkop UKM RI, ada sekira 22 juta lebih UMKM yang sudah onboarding dan pada 2023 akan ditargetkan ada 24 juta UMKM yang masuk ekosistem digital.

Menanggapi capaian tersebut, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan pihaknya dan OVO #PercayaUMKM Indonesia dan terus dukung pemerintah untuk capai target digitalisasi 30 juta UMKM pada 2024.

"Berbagai inisiatif akan terus dilanjutkan untuk memfasilitasi UMKM dalam mengembangkan usaha, seperti program pelatihan digital di aplikasi GrabMerchant, dan portal informasi satu pintu melalui akun Instagram @GrabMerchantID," ungkapnya.

Baca Juga: Profil Reza Darmawangsa, Penyanyi yang Di-notice Jungkook BTS, Suaranya Bagus dan Sering Ikut Pencarian Bakat

Salah satu pelaku UMKM yang telah memperluas usaha dan membuka lapangan kerja baru setelah beralih ke digital adalah Ayam Bakar dan Soto Betawi Bu Titin.

Dia mengatakan mulai bisnis di 2018 dan beralih ke online lewat Grab di 2020. "Omzet kami meningkat signifikan dan hingga sekarang kami sudah memiliki puluhan karyawan di empat cabang," sebutnya.

Selain melayani orderan online, pelanggan yang datang langsung ke outlet milik Bu Titik juga makin dimudahkan, karena pembayarannya bisa pakai QRIS dan OVO.

"Sekarang, hampir 90% transaksi pembelian langsung sudah pakai digital,” tutur Titin Juherni dan Adi Nugraha pemilik Ayam Bakar dan Soto Betawi Bu Titin.

Baca Juga: DPRD Sumut Usulkan Tiga Nama Ini sebagai Calon Pj Gubernur Sumut untuk Menggantikan Edy Rahmayadi

Sementara itu, tak hanya pelaku UMKM di bidang kuliner, Grab dan OVO juga terus mendorong digitalisasi pedagang pasar.

“Ribuan pedagang pasar telah bergabung dengan Grab melalui GrabMart Pasar di 26 kota di seluruh Indonesia,” pungkas Neneng Goenadi. ***