POJOKSATU.ID - Sebagian pelaku UMKM di Purwakarta tengah menjerit, lebih dari sebulan proyek gorong-gorong di pinggir jalan belum juga tuntas.
Di awal menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) telah memberi instruksi kepada bupati dan wali kota untuk mempercepat pembangunan infrastruktur publik.
Akan tetapi, sejumlah kepala daerah seperti abai terhadap perintah KDM, sehingga sebagian progres pengerjaan infrastruktur diduga mangkrak seperti di Purwakarta.
Baca Juga: HSN 2025 di Kabupaten Cirebon Usung Nuansa Milenial dan Religius
Di daerah Maracang, Purwakarta, proyek gorong-gorong di pinggir jalan hanya digali dan ditinggalkan oleh pekerja.
Sebagian memang sudah ada yang diselesaikan, tapi titik yang pertama digali justru tak terlihat ada progresnya, padahal sudah lebih dari sebulan.
Hal tersebut dikeluhkan oleh pelaku UMKM di pinggir jalan karena omzet mereka berkurang akibat sepinya konsumen.
Baca Juga: HSN 2025 di Kabupaten Cirebon Usung Nuansa Milenial dan Religius
Diduga penyebab sepi itu karena konsumen bingung untuk mencari lahan parkir motornya, sehingga memilih melanjutkan perjalanan dan mencari pedagang lain.
Padahal daerah Maracang merupakan jalur strategis yang sering dilintasi pengendara motor dari Jakarta dan Cikarang menuju selatan Jawa Barat.
Belum lagi sejumlah pabrik-pabrik garmen dan tekstil di sana, setiap sore yang biasanya ramai pengunjung, kini pelaku UMKM hanya gigit jari.
Baca Juga: UMKM Diminta Masuk Program Magang Nasional, Heru Subagia: Jangan Hanya Fokus ke Industri
Seorang pelaku UMKM memperlihatkan proyek gorong-gorong tersebut masih berupa lubang besar, sebagian ada yang sudah dibeton, tapi tidak ditutup.
Hal tersebut membuat pelaku UMKM harus membuat jembatan bambu kecil sebagai akses keluar masuk kendaraan.
"UMKM disini semua menurun, yang seberang udah sebulan lebih, di saya juga sama belum dipasang gorong-gorong," ungkap seorang pelaku UMKM, Senin 20 Oktober 2025.
Dalam pantauan di lapangan, ada papan informasi proyek dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan nama paket pekerjaan rekonstruksi ruas jalan Pahlawan atau Maracang, Purwakarta.
Dengan panjang ruas jalan yang akan diperbaiki lebih dari 1.800 meter, tanggal awal kontrak ini dimulai dari 1 Agustus 2025 dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari.
Anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan ruas jalan ini sebesar Rp7,6 miliar.
Baca Juga: BI Benarkan Uang Mengendap Pemerintah Daerah, Data Dipublikasikan di Website Bank Indonesia
Tidak diketahui secara pasti apakah proyek gorong-gorong tersebut termasuk dalam paket pekerjaan rekonstruksi jalan.
Proyek gorong-gorong ini bukan hanya dilakukan di daerah Maracang, tapi juga terjadi di sejumlah kecamatan lain di Purwakarta.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri dan wakilnya Abang Ijo, kerap terlihat mengontrol proyek gorong-gorong tersebut di daerah lain.
Baca Juga: TNI AL Tindaklanjuti Dugaan Keterlibatan Eks Anggota dalam Penyekapan di Tangsel
Akan tetapi belum terlihat keduanya datang ke Maracang untuk mengecek gorong-gorong yang seolah mangkrak.
Kabarnya, seorang pelaku UMKM di daerah Munjul yang terdampak proyek gorong-gorong yang memakan waktu lama untuk tuntas, terpaksa menggadaikan motornya agar usahanya tetap bertahan.
Usahanya mendadak sepi ketika proyek tersebut dilakukan dengan waktu yang sangat lama.
Baca Juga: Suasana Haru Selimuti Rumah Duka, Jenazah Anggit Tiba di Tangsel
Beberapa sumber menyebut sejumlah tukang sempat mogok kerja karena belum dibayar oleh mandor.
Warga setempat berharap ada ketegasan dari pemerintah untuk menindak tegas para pemegang proyek nakal demi keuntungan pribadi.***




