POJOKSATU.id, JAKARTA— Elektabilitas Kaesang Pangarep disebut tergolong kompetitif sebagai calon gubernur pada Pilkada Jateng 2024.
Ada tiga faktor Kaesang Pangarep menjadi sosok yang kompetitif di Pilkada Jateng 2024 antara lain Jokowi, Prabowo, dan sosok yang merupakan gabungan nasionalis religius.
Diketahui Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang meraih dukungan tertinggi dengan 17,7 persen pada simulasi semi terbuka 20 nama yang digelar survei Indikator Politik Indonesia.
Posisi kedua ditempati Kapolda Jateng Ahmad Luthfi (15,6 persen), disusul eks Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin (12,8 persen), dan politikus PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul (6 persen) dan calon lainnya.
Survei ini digelar pada 10-17 Juni 2024 dan melibatkan 800 warga Jateng. Menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pun demikian dalam simulasi 10 nama, 8 nama, dan 6 nama, dimana dukungan kepada Kaesang selalu tertinggi dengan raihan masing-masing 22,8 persen, 23,8 persen, dan 24,8 persen.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan, hasil survei tersebut menunjukkan elektabilitas Kaesang di Jateng cukup kompetitif daripada di Jakarta. Bahkan, potensinya memenangkan Pilkada Jateng terbuka lebih lebar dibandingkan di Jakarta.
"Ini bisa menjadi bahan pertimbangan apakah tetap ngotot maju di Jakarta dengan asumsi akan tarung keras, terutama kalau Anies mendapatkan tiket, atau maju di Jawa Tengah yang secara elektoral lebih mudah buat Kaesang untuk menang potensinya," ucapnya dalam paparannya secara daring, Minggu (7/7).
Baca Juga: Yudi Yakin Pertemuan AKBP Rossa dengan Mega Bisa Redam Perburuan Harun Masiku Bersifat Politis
Burhanuddin melanjutkan, tingginya tingkat dukungan kepada Kaesang bukan karena faktor PSI. Sebab, PSI hanya meraih 2 persen suara pada Pileg 2024 sehingga berhak menempatkan 2 wakilnya di DPRD Jateng periode 2024-2029.
"Ini bukti bahwa sebenarnya naiknya suara Kaesang tidak ada kaitan dengan mesin partai (PSI) karena mesin partai Kaesang tidak cukup kuat di Jawa Tengah dan kursinya pun cuma ada 2," jelasnya.
Kendati begitu, menurut Burhanuddin, hal itu bisa menjadi dasar untuk mengusung Kaesang maju. Pangkalnya, Jateng termasuk wilayah strategis lantaran provinsi dengan populasi terbesar ketiga nasional dan basis Joko Widodo (Jokowi), ayahnya.
Menurutnya, mungkin saja ada intensi Kaesang lebih memilih di Jakarta, tetapi karena peluang menangnya lebih terbuka di Jateng, dan atas nama untuk membesarkan PSI, bisa saja Kaesang memutuskan maju di Jateng.
Baca Juga: Ada Nama Vincent dan Desta Disebut-sebut dalam Kasus Asusila Eks Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Kok Bisa?
Bisa saja karena faktor kecilnya suara PSI di wilayah yang menjadi basisnya Jokowi ini.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, menambahkan, setidaknya tiga faktor politik dan sosiologi politik akan menjadi pertimbangan untuk mengusung Kaesang atau tidak pada Pilkada Jateng 2024.
Ketiga faktor tersebut adalah Jokowi, Prabowo, dan gabungan nasionalis religius.
"Kalau Kaesang mau dimajukan, maka pertanyaan pentingnya adalah siapakah bakal jadi wakilnya? Sementara, kita melihat Pak Jokowi itu, kan, terasosiasi dengan dua nama, yaitu Kaesang dan Luthfi," jelasnya.
Djayadi menilai, ada peluang Kaesang maju pada Pilkada Jateng. Namun, diyakini keputusan akhir dilakukan dengan mempertimbangkan banyak faktor.
"Betul, mungkin Mas Kaesang dimajukan, tetapi pertimbangan-pertimbangan tadi akan dihitung cukup cermat," ujarnya.***

