POJOKSATU.id, JAKARTA— Sejumlah tokoh dan pendukung paslon 01 dan 03 berkumpul di Menteng Jakarta Pusat untuk menggelar diskusi yang berjudul ‘Tragedi Kelam Demokrasi Indonesia’.

Sejumlah tokoh dan pendukung Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud berkumpul di Markas Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Para tokoh dan pendukung capres cawapres ini berkumpul di Markas Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Para tokoh paslon 01 dan 03 didominasi oleh para ahli dan tim hukum ini menggelar diskusi publik bertajuk “Tragedi Kelam Demokrasi Indonesia”.

Baca Juga: Bos media Radar Cirebon Group dan Jabar Ekspres Group, Suhendrik daftar calon Wali Kota Cirebon dari PDIP

Tampak hadir Tim Hukum PHPU Ganjar-Mahfud Firman Jaya Daeli; Tim Hukum Nasional AMIN Refly Harun; Guru Besar HTN UKI Jakarta Prof John Pieris, Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera.

Kemudian, Hakim Mahkamah Konstitusi Tahun 2003-2006 Maruarar Siahaan, Aktivis HAM Saor Siagian, Ketua Umum PB HMI Periode 2020-2022 Afandi Ismail Hasan. Hadir pula para relawan dan simpatisan paslon 01 dan 03 di lokasi.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI fraksi PKS Mardani Ali Sera juga dijadwalkan hadir.

Diskusi publik ini dengan narasumber Firman Jaya Daeli.

Baca Juga: Ini Dia 7 Kampus Swasta yang Paling Banyak Diminati di Indonesia

Diketahui, sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 akan digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (22/4) mendatang.

Sebelumnya, Anggota Tim Hukum Paslon Anies-Cak Imin, Refly Harun, memberikan komentar soal hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jelang putusan sengketa Pilpres 2024.

Menurut Refly Harun yang juga pakar hukum tata negara ini, moral para hakim di MK dalam memutus perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sangat dibutuhkan demi melahirkan putusan yang adil.

Baca Juga: Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2024, Kementerian, Pemerintah Daerah Sampai Lembaga

Refly Harun menyampaikan komentar ini jelang putusan MK terkait PHPU Pemilu 2024 yang akan dibacakan pada Senin (22/4/2024) nanti.

"Yang paling menentukan hakim ini adalah moral dan keberanian. Sekarang ini, keberanian yang ditunjang oleh moralitas hukum," kata Refly dalam podcast Bambang Widjojanto sebagaimana dikutip Sabtu (20/4).

Menurutnya, sidang putusan PHPU akan menjadi pembuktian bagi hakim MK dalam menegakkan konstitusi.

"Kalau dia yakin bahwa pemilu ini memang curang, ya inilah saatnya untuk menegakkan konstitusi sesungguhnya. Putuskan rantai kecurangan. Kalau enggak, orang hopeless (tanpa harapan)," tutupnya.

Sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 akan digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (22/4) nanti.***