POJOKSATU.id, JAKARTA-- Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD, Finsensius Mendrofa, membantah pernyataan Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, yang menyebut capres Ganjar Pranowo, terlalu sibuk ingin menjatuhkan Prabowo pada debat ketiga capres, Minggu (7/1/2024).
Pasalnya paparan yang disampaikan Ganjar Pranowo pada debat ketiga itu bukanlah untuk menjatuhkan, apalagi Ganjar memaparkan dengan data-data apa yang ditanyakan kepada Prabowo.
"Namanya debat, ya semua data harus disampaikan di debat. Jika tidak mampu menjawab, jangan cari-cari alasan, bilang mas Ganjar bekerjasama ingin menjatuhkan, melakukan fitnah, dan lain-lain," kata Finsensius kepada wartawan, Rabu (10/1/2024).
Baca Juga: Ombudsman Perwakilan Sumut Berharap Bupati Madina Kooperatif, Dipanggil Besok Kisruh PPPK Guru 2023
Menurut Finsen, harusnya Rosan Roeslani mengakui saja bahwa Prabowo memang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan data yang disampaikan Ganjar.
Kemudian, kata dia, jika Ganjar meminta Prabowo menjelaskan apa alasan membeli alutsista bekas untuk TNI, hal itu bukanlah hal biasa dan itu bukan membuka rahasia negara.
"Jangan cari-cari alasan kalau tidak mampu menjawab pertanyaan Mas Ganjar, kemudian mencari alasan Mas Ganjar menjatuhkan Pak Prabowo. Come on," sindirnya.
Lebih lanjut, Finsen mengingatkan tim TKN 02 jangan terlalu tempramen dalam menanggapi masukan dan kritikan pihak lain.
"(Jangan tempramen) bahwa Ganjar-Mahfud itu adalah pasangan komplit. Karena, Prof Mahfud MD, latar belakangnya juga mantan Menteri Pertahanan," tuturnya.
Seperti diketahui, debat calon presiden atau debat capres digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Istora Senayan Jakarta pada Minggu (7/1) malam.
Debat capres ketiga ini mengangkat tema terkait Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik, dan Politik Luar Negeri.
Memasuki tema pertahanan laut, Capres Prabowo diserang habis- habisan oleh Ganjar dan Anies.
Baca Juga: Tambah Penghasilan Dengan Mengajar Lewat Prod1gy, Begini Caranya
Capres nomor urut 1 Ganjar Pranowo memang memberikan angka 5 untuk kinerja Kemenhan yang dipimpin Prabowo.
Anies Baswedan juga memberikan angka rendah untuk kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah kepemimpinan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Ia memberi nilai Prabowo 11 dari 100.
Anies menyampaikan, kinerja Kemenhan tak optimal karena banyak kebijakan yang dianggapnya belum memihak pada prajurit TNI, misalnya pemberian tunjangan dan pembelian alutsista bekas.
“Karena itu, menurut saya, skornya justru di bawah 5, Mas Ganjar, kalau 5 itu ketinggian,” ucap Anies dalam debat capres kedua di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).***
