POJOKSATU.id, JAKARTA-- Anggota DPD RI, Fahira Idris, mengatakan, anak muda saat ini sudah menyadari sepenuhnya bahwa mereka subjek utama dari agenda politik yang bernama Pemilu.
Fahira Idris juga mengatakan salah satu yang luput, baik dari visi misi program dan diskursus para capres adalah concern anak muda soal politik hijau.
Anak muda saat ini menjadi penggerak utama ideologi politik hijau yang bertujuan memastikan kehidupan masyarakat yang berkelanjutan secara ekologis dan berakar pada lingkungan hidup, keadilan sosial, dan demokrasi akar rumput.
Dan anak muda sebagai penggerak ideologi politik hijau ini tidak hanya di Indonesia, namun juga seluruh dunia.
Baca Juga: Hak Angket Batas Usia Capres Cawapres Bakal Sia-sia, Hasilnya Nanti Hanya Rekomendasi ke Presiden
"Ideologi politik hijau itulah yang belum banyak disuarakan para Capres,” tandas Fahira Idris.
Wajar jika tiga kandidat bakal Capres-Cawapres banyak menawarkan program untuk anak muda, pasalnya jumlah suara pemilih muda pada Pemilu 2024 mencapai 52 persen, atau 106,3 juta dari total jumlah pemilih 204,8 juta.
Fahira Idris mengatakan, anak muda saat ini sudah menyadari sepenuhnya bahwa mereka adalah subjek utama dari agenda politik yang bernama Pemilu.
Baca Juga: Ternyata PDIP Tak Pecat Gibran, Sekjen Hasto Kristiyanto Ungkap Soal Pamitan
Atas dasar itu, anak muda tidak mau lagi hanya dimanfaatkan sebagai objek semata, apalagi sekadar kepentingan elektoral.
“Para Capres harus mampu menangkap apa yang menjadi keresahan, aspirasi dan harapan anak muda," kata Fahira lewat keterangan tertulis, Minggu (5/11).
Anggota DPD RI dari Jakarta itu juga mengatakan, salah satu yang luput, baik dari visi misi program dan diskursus para capres adalah concern anak muda soal politik hijau.***

