POJOKSATU.id, JAKARTA— Menurut komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan, hak angket batas usia capres cawapres yang digagas politisi PDIP Masinton Pasaribu bakal sia-sia.
Menurut Tamil, hasil hak angket DPR ini nanti hanya berupa rekomendasi saja ke Presiden Jokowi.
Hak angket yang diajukan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal batas usia minimal Capres-Cawapres.
Menurut Tamil Selvan usulan Masinton pada saat Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (31/10), tidak ada yang salah.
Baca Juga: Ternyata PDIP Tak Pecat Gibran, Sekjen Hasto Kristiyanto Ungkap Soal Pamitan
"Anggota DPR itu wakil rakyat. Seluruh saham bangsa ini punya rakyat. Nah, anggota DPR itu wakil pemilik republik ini. Artinya, kalau bicara UU MD3, anggota dewan punya hak interpelasi dan hak menyatakan pendapat," kata Kang Tamil, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/11).
Sehingga, kata dia, hak angket yang diusulkan Masinton merupakan upaya melakukan penyelidikan terhadap hal-hal yang tidak pas atas keputusan MK.
Dia menilai, usulan hak angket muncul karena huru-hara yang diciptakan MK.
Di mana ada dissenting opinion yang dianggap seperti narasi sinetron yang menggugah pikiran masyarakat bercabang-cabang.
Baca Juga: Gunakan 3 Bahasa dan Kurikulum Internasional, Sekolah Tiongkok Ini Ada di Indonesia
Apalagi ada hakim konstitusi yang juga memberi pernyataan di luar pengadilan.
"Ini bola-bola liar di luar. Ketika itu jadi bola liar, ya anggota dewan boleh saja mengambil hak itu. Karena sudah menjadi fenomena," urai Kang Tamil.
Jika hak angket jalan, sambungnya, hasilnya pun tidak bisa menggergaji MK. Karena hanya berupa rekomendasi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.
"Nah, apa yang dilakukan Masinton, hasilnya akan sia-sia, karena tidak mempunyai efek atau tidak mempunyai kemampuan menggergaji MK, hasilnya hanya rekomendasi," katanya.
"Selanjutnya, rekomendasi diberikan kepada siapa? Kepada presiden yang dalam hal ini diuntungkan, karena anaknya bisa maju sebagai Cawapres,” jelasnya.
“Jadi saya tidak melihat ada efek kejut tambahan dari hak angket yang diusulkan Masinton," tegasnya.***




