POJOKSATU.id - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut sudah kecewa berat dengan Jokowi.

Hal itu buntut pemilihan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Akibatnya, hubungan Jokowi dan Megawati Soekarnputri diperkirakan memburuk dan panas.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Samuel, Pria yang Ancam Dokter Gigi di Bandung Pakai Sajam

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, dilansir Pojoksatu.id dari RMOL.

Menurut Jamaluddin, pemilihan Gibran cawapres Prabowo itu bak perang terbuka antara Jokowi dan Megawati.

Saking kecewanya, hubungan antara Jokowi dan Magawati bisa seperti patah arang dan tak bisa disatukan lagi.

Baca Juga: Klasemen Liga Champions Jelang MD3, 4 Klub Ini Paling Sempurna

"Megawati pastinya kecewa berat terhadap Jokowi yang merestui Gibran menjadi cawapres Prabowo," ujarnya, Senin 23 Oktober 2023.

Jamaluddin menilai, kekecewaan Megawati itu tentu saja beralasan.

"Karena Gibran saat dideklarasikan menjadi cawapres masih kader PDIP,” tegasnya.

Baca Juga: Dasar Pria Aneh, Dokter Gigi di Bandung Tiba-tib Dianiaya dan Diancam Dibunuh OTK

Di sisi lain, Jokowi yang juga kader PDIP beberapa waktu terakhir juga terkesan tak sejalan lagi dengan PDIP.

Seperti diketahui, PDIP telah resmi mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2024.

Akan tetapi sikap Jokowi belakangan ini justru tidak menunjukkan dukungan untuk pasangan Ganjar-Mahfud.

“Jokowi yang juga kader PDIP justru terkesan mengaminkan anaknya menjadi pendamping Prabowo,” tambahnya.

Setelah Gibran resmi dideklarasikan jadi pendamping Prabowo, Jokowi justru terkesan berpihak kepada Prabowo ketimbang PDIP.

Baca Juga: Mengenal Sosok Guntur Soekarnoputra, Putra Sulung Soekarno yang Memilih Seni daripada Berpolitik

“Tidak terlihat keberpihakan Jokowi kepada PDIP. Bahkan kesannya Jokowi justru menjauh dari PDIP, termasuk Megawati," ujarnya.

Hal inilah yang kemudian memunculkan spekulasi bahwa Jokowi dan Megawati serta PDIP sudah tidak lagi satu suara.

"Jadi, kesannya Jokowi sedang berseberangan dengan Megawati. Jokowi seolah bukan kader PDIP, apalagi petugas partai,” tandasnya.

Baca Juga: Jimin BTS Blonde Is Back, Begini Penampilan Terbaru Park Jimin

Sementara, usai menetapkan Gibran jadi pendampingnya, Prabowo berencana menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya sudah minta waktu untuk menghadap Ibu Mega," ungkap Prabowo kepada wartawan, Senin 23 Oktober 2023.

Sayangnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak bisa memastikan pertemuan dengan Megawati.

Baca Juga: Stres Berat, Pria Nyaris Bunuh Diri di Jalur Kereta Cepat Bandung -Jakarta, Warga Langsung Heboh Nonton

"Masih menunggu. Nggak tahu (kapan waktunya)," jawabnya.

Sebelumnya jurubicara PDIP Deddy Sitorus meminta Jokowi dan Gibran bersikap gentle.

Dia meminta keduanya datang ke DPP PDIP dan menyatakan mengundurkan diri dari PDIP.

Menurut Deddy, hal itu akan jauh lebih terhormat bagi Jokowi dan Gibran.

Sementara soal pemecatan, Deddy menyatakan bahwa soal pemecatan PDIP memiliki mekanisme dan aturan sendiri.

Di sisi lain, buntut dari dinamika politik dan manuver elite belakangan ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta kader PDIP tidak terprovokasi.

Baca Juga: Denny Indrayana Sebut Putusan MK Nomor 90 Tidak Sah, Prabowo-Gibran Bisa Gagal jadi Capres-Cawapres

"Apa yang akan dilakukan keluarga Bu Iriana dan Pak Jokowi, termasuk Mas Gibran dan Mas Kaesang, tidak usah ditanggapi," kata Hasto dalam keterangannya, sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, Senin 23 Oktober 2023.

Hasto juga meminta agar jajaran Banteng tidak melakukan hal yang berlebihan.

Sebab menurutnya, rakyat saat ini sudah cerdas sehingga bisa menilai sendiri berbagai manuver jelang Pemilu 2024 itu.

Baca Juga: Gugatan Batas Usia Capres 70 Tahun Ditolak, Reaksi Prabowo Subianto Bikin Adem

"Kita semua soft-soft saja. Tampilkan politik berkeadaban. Biarkan rakyat yang menilai," sambungnya.

Dia juga meminta para kader PDIP menjawab singkat jika ditanya terkait hal tersebut.

"Rakyat dan partai sudah memberikan yang terbaik kepada keluarga tersebut. Biar rakyat yang menilai," kata dia.***