Pegiat Media Sosial, Permadi Arya ikut geram dengan ulah Rudi S Kamri dan Alifurrahman yang menyebar berita hoax tentang Prabowo Subianto.
Pria yang akrab disapa Abu Janda itu pun langsung menandai akun instagram Ganjar Pranowo atas ulah pendukungnya.
"Pak @ganjar_pranowo tolong ditertibkan pendukungnya mereka nyebar Hoax Pak @jokowi berbohong untuk menutupi aib istana," kata Permadi Arya dikutip di akun instagramnya, Kamis 21 September 2023.
Baca Juga: Mekanisme Ketentuan Nilai Ambang Batas atau NAB PPPK 2023 Tenaga Kesehatan, Tidak Berlaku untuk Formasi Khusus
Permadi Arya lantas membela Pak Jokowi yang dinilai seolah menghina presiden atas ulah Rudi S Kamri dan Alifurrahman.
Permadi juga mengingatkan Ganjar Pranowo yang mengaku Jokowi sebagai mentornya, nyatanya pendukung Ganjar telah merusak nama baik Presiden.
"Pak Jokowi yang bapak anggap sebagai mentor dihina "tukang bohong" oleh pendukung bapak," ujarnya.
Pernadi Arya pun mendesak Ganjar Pranowo agar menertibkan pendukungnya dengan tidak menyebarkan berita-berita bohong.
Baca Juga: Viral Pemain Futsal Tendang Lawan Saat Selebrasi, Kini Dilarang Tanding 2 Tahun
"Mohon Pak Ganjar tertibkan pendukungnya, jangan sampai publik anggap mereka sebar hoax atas arahan disuruh Pak Ganjar," tegasnya.
Seperti diketahui, beredar informasi di media sosial jika salah seorang menteri menampar dan mencekik wakil menteri (wamen) di ruang rapat kabinet.
Isu ini dilempar oleh Direktur Seword Media Utama Alifurrahman, yang diunggah lewat kanal YouTube Seword TV.
Baca Juga: Adakan Pelatihan Membuat Kue Lempeng, Srikandi Ganjar Kalsel Asah Kemampuan Milenial di Kota Banjarmasin
Kendati tak menyebut nama, tudingan ini mengarah ke Prabowo Subianto. Sebab, selain menteri, Alifurrahman juga menyebut bahwa terduga pelaku merupakan seorang calon presiden (capres).
Prabowo juga sudah mengklarifikasi atas fitnah yang dituduhkan terhadap dirinya itu. Dikuatkan lagi oleh Presiden Jokowi menegaskan bahwa kabar Prabowo Subianto menampar dan mencekik Wamentan itu adalah kabar tidak benar.
"Saya tahu. Tidak ada peristiwa seperti itu," kata Jokowi, Selasa 19 September 2023. ***
