POJOKSATU.id - Beredar di media sosial sebuah video pertandingan pertandingan futsal Porprov VIII Jawa Timur (Jatim) 2023 di Sidoarjo.
Video tersebut sontak viral karena salah satu pemain futsal menendang kepala lawannya yang sedang selebrasi sujud syukur.
Pemain futsal tersebut diketahui berinisial MRM asal Kota Malang
Dalam video yang diunggah pada akun tiktok @hanafijauhari69.
Terlihat pemain futsal tersebut lakukan aksi tak sportif dengan menendang kepala pemain lawan bernama Hanafi yang sedang sujud syukur merayakan gol temannya.
Baca Juga: SMKN 1 Balikpapan Raih Tiket Grand Final Turnamen Futsal Pelajar AXIS Nation Cup 2023
Kejadian tersebut terjadi saat pertandingan futsal antara Kota Malang vs Kabupaten Blitar, pada Rabu (13/9/2023) lalu.
Dikutip dari situs resmi Porprov Jatim, Hanafi Jauhar Ahmad merupakan seorang penggawa futsal tim Kabupaten Blitar.
Hanafi dan rekan-rekannya berhasil meraih posisi runner up di Porprov Jatim dan membawa pulang medali perak.
Lantas bagaimana kronologi terkait insiden yang dialami oleh Hanafi?
Direkam oleh seseorang di pinggir lapangan, terlihat Hanafi mengenakan jersey hitam untuk tim Kabupaten Blitar.
Ia merayakan gol dari tendangan penalti rekannya yang bernomor punggung lima.
Baca Juga: Orang Muda Ganjar Tingkatkan Dukungan Pelajar di Jambi Lewat Turnamen Futsal
Setelah rekannya berhasil mencetak gol penalti, Hanafi kemudian melakukan selebrasi dengan sujud syukur.
Namun, tindakan selebrasi yang dilakukan oleh Hanafi justru memicu emosi dari seorang pemain lawan yang mengenakan jersey putih.
Seolah tidak menerima kekalahan, pemain dari Kota Malang tersebut segera menendang bola ke arah kepala Hanafi.
Akibat tindakannya, pemain dari Kota Malang langsung diberi kartu merah oleh wasit.
Sementara itu, Hanafi terlihat kesakitan memegangi kepalanya.
Baca Juga: Cari Bakat Pemuda, UMKM Sahabat Sandi Gelar Turnamen Futsal di Kabupaten Sumenep
Tindakan yang tidak baik itu lantas mendapat kritikan oleh masyarakat.
Tidak sampai situ, kini MRM telah mendapatkan sanksi.
Saat ini, MRM dilarang untuk berpartisipasi dalam semua kompetisi futsal yang diadakan oleh Federasi Futsal Indonesia hingga Asosiasi Futsal Provinsi serta Kabupaten.
Technical Delegate Porprov Jatim, Munir membenarkan sanksi yang dijatuhkan kepada MRM.
Diketahui, pada Kamis (21/9/2023) pemain MRM diberikan sanksi larangan bermain selama dua tahun.***
