POJOKSATU.ID- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkap awal pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Awalnya, Cak Imin dihubungi melalui staf pribadinya untuk diajak bertemu oleh Surya Paloh. Tak berfikir panjang, Wakil Ketua DPR RI itu langsung mengiyakan pertemuan tersebut.

Namun, Cak Imin belum mengetahui agenda pertemuan dengan Surya Paloh itu. Pertemuan kedua tokoh politik  berlangsung pada 29 Agustus 2023.

Baca Juga: Cara Mengatasi Adobe Photoshop Error Atau Tidak Bisa Dibuka

"Saya dihubungi oleh staf saya bahwa Pak Surya Paloh mau ketemu dan saya sedang kosong, ya sudah silakan," kata Cak Imin dalam wawancara dengan Mata Najwa, dikutip Selasa (5/9/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Surya Paloh menayakan keseriusan Cak Imin terkait keinginannya menjadi cawapres.

"Bang Surya memulai dengan pertanyaan. Kamu serius mau jadi calon wakil presiden?" kata Cak Imin menirukan Surya Paloh.

Baca Juga: Cek Hasil Reformulasi PPPK Teknis Sekarang, Ada Perubahan Jadwal Pengumuman Optimalisasi PPPK 2022

Cak Imin pun menjawab pertanyaan Surya Paloh tersebut dengan nada santai. Dia mengatakan, bahwa keinginannya bukan posisi cawapres melainkan capres.

"Jangan kamu teruskan macam-macam kau, wapres ya wapres," kata Cak Imin meniru Surya Paloh lagi.

"Loh katanya ditanya seriusnya mau apa, saya jawab saya pinginnya capres," timpal mantan Menteri Ketenegakerjaan periode 2009-2014 itu.

Baca Juga: Sahabat Sandi dan UMKM Lokal Ikut Meriahkan Kegiatan Anti Mager Kota Parepare

Bos media grup itu pun meminta kepastian Cak Imin apakah bersedia mendampingi Anies Baswedan menjadi cawapresnya.

Cak Imin tidak langsung menjawab pertanyaan Surya Paloh, dia justru bertanya balik terkait partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

"Lho kan sudah punya calon-calon lain? kata Cak Imin.

Baca Juga: Berhasil Berantas Pungli, Ganjar Pranowo Dinobatkan Sebagai Bapak Truk Nusantara

Surya mengatakan bahwa hingga hari itu belum ada sosok figur cawapres yang diputuskan dalam KPP untuk mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Tidak ada keputusan apapun dengan calon-calon lain," kata Cak Imin menirukan Surya Paloh.

Dalam pertemuan itu, Surya berkali-kali menenangkan kepada Cak Imin untuk bersedia menerima tawaran Nasdem tersebut.

Baca Juga: Momen Haru Pelukan Hangat Ganjar Pranowo dengan Gus Yasin, Warga dan ASN Pemprov Jateng Mewek Bareng

"Pokoknya, PKB Nasdem, wapres PKB presiden Nasdem," kata Surya Paloh lagi.

Cak Imin pun menerima tawaran dari Nasdem tersebut. Dia meminta waktu kepada Surya Paloh untuk menyampaikan kepada jajaran pengurus DPP PKB untuk menyepakati perjanjian tersebut.

"Akhirnya drafnya sepakat kita bikin, akhirnya dicocokin, akhirnya pada tanggal 2 kita tanda tangan," tutur Cak Imin.

Baca Juga: Video Viral Sepupu Thariq Halilintar Diduga Hujat Fuji dengan Kata Kasar, Diserbu Netizen Langsung Klarifikasi

Sebelumnya, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menghembuskan duet Anies-Cak Imin.

Teuku mengaku, bahwa partainya kecewa lantaran keputusan duet Anies-Cak Imin dilakukan secara sepihak oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Persetujuan ini (Anies-Cak Imin) dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum NasDem, Surya Paloh," kata Teuku kepada wartawan dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga: Pidato AHY Kutip Nama Soekarno, Kode Demokrat Bakal Merapat ke PDIP?

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menyebut sudah mengkonfirmasi kepada Anies terkait diet tersebut.

Dia mengatakan, bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu membebankan dirinya dijodohkan dengan Cak Imin oleh Surya Paloh.

"Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Ganjalan Mahasiswa, Syarat Kelulusan Tergantung Ketua Program Studi, Skripsi Diganti Pakai Ini

Teuku menyebut bahwa keputusan tersebut secara tidak langsung memaksa Partai Demokrat untuk menerima duet Anies-Cak Imin.

"Demokrat dipaksa menerima keputusan itu," tandasnya.

Untuk diketahui, Partai Demokrat bersama Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) untuk mengusung Anies sebagai capres.

Baca Juga: Minta Diundur Besok, Rocky Gerung Batal Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Adapun kerjasama dalam koalisi tersebut, keputusun cawapres sepenuhnya diserahkan kepada Anies Baswedan.

Sedangkan, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sosok figur yang disebut-sebut berpotensi menjadi cawapres Anies ***