POJOKSATU.ID- Partai Gerindra tak mau mengomentari lebih jauh terkait munculnya wacana Ganjar Pranowo disandingkan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman mengatakan bahwa partainya saat ini mengusung Prabowo Subianto dengan gagasan keberlanjutan.

Itu dengan dukungan tiga partai politik, di antaranya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar.

Baca Juga: Kasus Kabel Fiber Optik Berlanjut, Polda Metro Periksa Ayah Sultan Fatih Hari Ini

Sedangkan, Anies bersama Partai Nasdem, Demokrat dan PKS mengusung gagasan perubahan. Artinya keduanya berbeda haluan.

"Kalau kami tidak dalam posisi mencampuradukkan antara gagasan keberlanjutan dan gagasan perubahan," kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Kendati begitu, dia tak mempersoalkan soal wacana duet Ganjar-Anies itu. Bagi Gerindra hal tersebut merupakan hak politik yang harus dihargai.

Baca Juga: Kisah Menyedihkan di Balik Layar: 5 Film Disney yang Tak Berhasil Mencapai Ekspektasi Pendapatan

"Ya silakan saja, namanya kontestasi merumuskan taktik dan strategi," tuturnya.

Sebelumnya, wacana duet Ganjar dan Anies pertama kali dilontarkan petinggi PDIP Said Abdullah yang merasa dua tokoh itu sama-sama muda dan berpengalaman

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kepastian atas wacana menduetkan Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan berada di tangan Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Polda Jabar Buru Bandar Situs Promosi 303 Gaet Selebgram dan YouTuber

"Jadi itu disampaikan oleh Pak Said, tetapi tadi saya juga minta penjelasan ibu ketua umum," kata Hasto di Royal Ambarrukmo, Sleman, DIY, Selasa (22/8/2023).

"Nah itu adalah ranah dari ibu ketua umum, dan sampai saat ini belum diputuskan siapa yang mendampingi Pak Ganjar Pranowo," sambungnya.

Hasto menekankan bahwa penentuan cawapres pendamping Ganjar Pranowo harus melalui proses dialog yang melibatkan Megawati bersama ketua umum parpol lain.

Baca Juga: Inilah Motor Honda Terlaris di GIIAS 2023

Dia enggan bicara banyak mengenai hal itu. Pasalnya, urusan cawapres adalah kewenangan para ketua umum partai politik pengusung.

"Nanti kewenangan disampaikan oleh ketua umum ya, setelah berdialog dengan ketua umum partai lain pada momentum yang tepat," ungkapnya. ***