POJOKSATU.id – Dominasi China di Asian Games 2026 kembali memperlihatkan betapa lebarnya kesenjangan prestasi olahraga di Asia.
Ketika Negeri Tirai Bambu mengumpulkan 169 medali emas, Indonesia hanya mampu membawa pulang lima emas dari Aichi-Nagoya, Jepang.
China menutup kompetisi dengan total 341 medali, terdiri dari 169 emas, 89 perak, dan 83 perunggu.
Sementara itu, Indonesia mengakhiri perjuangan di peringkat ke-16 dengan raihan 39 medali, meliputi lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Baca Juga: Mengirim 430 Atlet ke Jepang, Apa Hasil yang Didapat Indonesia di Asian Games 2026?
Selisih 164 medali emas menjadi gambaran nyata perbedaan kekuatan kedua negara.
Bahkan, jumlah emas China mencapai hampir 34 kali lipat koleksi Indonesia.
China Mempertahankan Tradisi Juara
Keberhasilan China menjadi juara umum di turnamen multi-event antar negara Asia ini bukan fenomena baru.
Negara tersebut kembali menduduki puncak klasemen Asian Games, memperpanjang dominasinya yang telah berlangsung sejak 1982.
Baca Juga: Rapor Indonesia di Asian Games 2026: Lampaui Target, tetapi Turun dari Hangzhou
Di Aichi-Nagoya, China mengoleksi medali dari berbagai cabang olahraga.
Salah satu contohnya terlihat pada cabang renang, ketika atlet muda Yu Zidi meraih tiga emas, sementara Zhang Zhanshuo mengumpulkan tujuh emas.
Kedalaman skuad dan kemampuan menghasilkan juara dari berbagai nomor menjadi faktor penting dalam mempertahankan posisi teratas.
Semakin banyak nomor yang mampu dikuasai, semakin besar peluang sebuah negara mengumpulkan medali.
Pekerjaan Rumah Olahraga Indonesia
Indonesia sebenarnya berhasil melampaui target minimal empat emas yang ditetapkan sebelum kompetisi.
Namun, pencapaian tersebut belum cukup mendekatkan posisi Merah Putih dengan negara-negara teratas Asia.
Kesenjangan ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan federasi olahraga.
Pembinaan atlet usia muda, kualitas pelatih, fasilitas latihan, kompetisi berkelanjutan, serta pemetaan nomor potensial perlu mendapat perhatian serius.
Indonesia tidak harus langsung menyamai China dalam jumlah medali.
Langkah realistis adalah memperkuat cabang unggulan, memperluas regenerasi atlet, dan meningkatkan konsistensi prestasi.
Asian Games Doha 2030 akan menjadi kesempatan berikutnya untuk mengukur hasil pembenahan tersebut.
Tantangan Indonesia bukan sekadar menambah medali, melainkan membangun sistem pembinaan yang mampu menghasilkan juara secara berkelanjutan.***

