POJOKSATU.id – Indonesia mengirim 430 atlet untuk bersaing dalam 35 cabang olahraga Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Setelah kompetisi berakhir pada Minggu (4/10/2026), kontingen Merah Putih membawa pulang 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen akhir.
Perolehan lima emas memang melampaui target minimal empat medali emas yang ditetapkan pemerintah, tetapi masih berada di bawah pencapaian Asian Games Hangzhou 2022.
Baca Juga: Klasemen Akhir Asian Games 2026: China Juara Umum, Indonesia Raih 39 Medali
Saat itu, Indonesia mengoleksi tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu, sehingga menempati peringkat ke-13.
Penurunan jumlah emas dan posisi klasemen menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan olahraga nasional.
Lima Emas dari Empat Cabang Olahraga
Lima medali emas Indonesia berasal dari empat cabang olahraga, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.
Bulu tangkis menyumbangkan dua emas melalui tim beregu putra serta pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada nomor ganda putra.
Baca Juga: Rapor Indonesia di Asian Games 2026: Lampaui Target, tetapi Turun dari Hangzhou
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas angkat besi kelas 75 kilogram putra.
Medali emas lainnya dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi dari nomor speed putri panjat tebing.
Sementara Nurisa Dian Ashrifah meraih medali emas pada nomor compound individual putri panahan.
Evaluasi Tidak Cukup Berhenti pada Jumlah Medali
Perolehan 39 medali menunjukkan Indonesia masih mampu bersaing di sejumlah nomor.
Namun, banyaknya atlet dan luasnya partisipasi cabang olahraga tidak otomatis menjamin peningkatan prestasi.
Evaluasi perlu melihat kontribusi setiap cabang, pencapaian atlet unggulan, serta nomor potensial yang belum menghasilkan medali emas.
Perbandingan dengan Hangzhou juga perlu mempertimbangkan perbedaan nomor pertandingan yang tersedia.
Asian Games 2026 menjadi momentum bagi federasi olahraga dan pemerintah untuk mengevaluasi strategi pembinaan.
Tantangan berikutnya adalah mengubah pengalaman di Jepang menjadi peningkatan prestasi pada Asian Games Doha 2030.***

