POJOKSATU.id – Tim kuadran putra Indonesia memanfaatkan variasi servis untuk menaklukkan Myanmar dan memastikan tiket final sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Laga semifinal berlangsung di Mizuho Park Stadium, Nagoya, Jepang, Jumat (2/10/2026), skuad Merah Putih menang dua set langsung dengan skor 15-13 dan 15-9.
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah karena Myanmar sempat memberikan tekanan dan membuat Indonesia tertinggal pada pertandingan semifinal.
Namun, pertahanan solid, serangan balasan terarah, serta perubahan variasi servis membantu Indonesia mengendalikan permainan dan mengamankan kemenangan penting.
Baca Juga: Leo/Daniel Sumbang Emas Ketiga, Indonesia Geser Qatar di Klasemen Asian Games
Variasi Servis Membuat Myanmar Kesulitan
Kapten tim Indonesia, Muhammad Hardiansyah Muliang, mengungkapkan bahwa variasi servis menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka mengatasi perlawanan Myanmar.
"Kuncinya kami ambil di servis, juga variasi servis yang kami lakukan membuat lawan tidak bisa membaca gerakan kami," kata Hardiansyah setelah pertandingan.
Menurutnya, variasi tersebut membantu Indonesia mengumpulkan poin secara bertahap hingga mampu menciptakan jarak keunggulan atas lawan.
Selain servis, kekompakan antarpemain juga berperan penting dalam menjaga konsistensi permainan, terutama ketika Myanmar mencoba membalikkan keadaan.
Baca Juga: Dari Dipisahkan hingga Dua Emas, Perjalanan Comeback Leo/Daniel di Asian Games
Indonesia mampu mengatasi tekanan pada set pertama dan menutupnya dengan kemenangan tipis 15-13.
Hasil tersebut menjadi modal penting untuk memasuki set kedua dengan kepercayaan diri lebih tinggi.
Pada set berikutnya, permainan Indonesia semakin stabil hingga akhirnya mengunci kemenangan 15-9.
Hasil dua set langsung tersebut memastikan langkah Merah Putih menuju partai puncak.
Jepang Menunggu di Partai Final
Keberhasilan Indonesia melaju ke final membuka peluang meraih medali emas dari nomor kuadran putra Asian Games 2026.
Namun, tantangan berikutnya tidak kalah berat karena Indonesia akan menghadapi tuan rumah Jepang pada pertandingan final, Sabtu (3/10/2026).
Jepang memastikan tiket final setelah mengalahkan India dua set langsung dengan skor 15-12 dan 15-13 pada semifinal.
Hardiansyah mengakui Jepang memiliki pola permainan yang perlu diantisipasi, terutama perubahan strategi dalam smes dan umpan.
Tim Indonesia berencana mempelajari kembali rekaman pertandingan Jepang untuk mengidentifikasi pola permainan yang berpotensi menyulitkan pada final.
"Rahasia kami adalah kekompakan, kemudian feeder dan smes harus betul-betul klop chemistry-nya, supaya bisa dapat poin satu per satu," ujar Hardiansyah.
Indonesia kini perlu mempertahankan efektivitas servis sekaligus meningkatkan koordinasi serangan untuk menghadapi tekanan tuan rumah dalam perebutan medali emas.***

