POJOKSATU.id — Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menutup perjalanan berliku dengan pencapaian emas di Asian Games 2026.
Pasangan berjuluk The Babies tersebut sukses mengawinkan medali emas nomor beregu dan ganda putra individu.
Pencapaian itu terasa semakin istimewa karena Leo/Daniel sebelumnya sempat dipisahkan selama hampir dua tahun.
PBSI merombak pasangan ganda putra pada 2024 setelah performa Leo/Daniel dinilai mulai stagnan.
Baca Juga: Sayu Bella Sumbang Medali Pertama Balap Sepeda untuk Indonesia di Asian Games 2026
Daniel kemudian dipasangkan bersama Muhammad Shohibul Fikri, sedangkan Leo bermain bersama Bagas Maulana.
Keputusan tersebut membuat Leo/Daniel harus menjalani perjalanan masing-masing setelah sebelumnya menjadi pasangan andalan Indonesia.
Dipisahkan, Cedera, Lalu Kembali Bersama
Perjalanan Daniel bersama Fikri kemudian terganggu cedera yang membuatnya menepi cukup lama.
Setelah menjalani pemulihan, PBSI akhirnya kembali menyatukan Daniel dengan Leo pada pertengahan 2026.
Baca Juga: Lima Tahun Berlalu, Timnas Indonesia dan Malaysia Kembali Bertemu: Apa yang Berubah?
Thailand Open menjadi turnamen pertama mereka setelah reuni, sekaligus kesempatan membangun kembali chemistry.
Hasilnya langsung mengejutkan, karena Leo/Daniel mampu menembus final dan kemudian merebut gelar Super 500 tersebut.
Gelar itu menjadi trofi pertama mereka sejak menjuarai Indonesia Masters 2024 sebelum pasangan tersebut dipisahkan.
Perjalanan menuju Asian Games kemudian memberikan panggung lebih besar bagi pasangan tersebut.
Leo/Daniel menjadi bagian penting tim beregu putra Indonesia yang merebut emas setelah mengalahkan China.
Pada final beregu, mereka turun dalam partai keempat ketika Indonesia tertinggal 1-2.
Leo/Daniel berhasil menyamakan kedudukan setelah mengalahkan He Ji Ting dan Liu Yi dengan skor 23-21, 21-10.
Kemenangan tersebut menjaga peluang Indonesia sebelum Mohammad Zaki Ubaidillah memastikan emas melalui partai kelima.
Dari Penentu Beregu Menjadi Juara Individu
Cerita Leo/Daniel belum selesai setelah keberhasilan merebut emas beregu.
Mereka melanjutkan perjuangan pada nomor ganda putra individu dan kembali mencapai partai puncak.
Di final, Leo/Daniel menghadapi pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang dalam pertandingan selama 62 menit.
Sempat kehilangan gim pertama 19-21, pasangan Indonesia kemudian bangkit dan memenangkan dua gim berikutnya.
Leo/Daniel mengamankan gim kedua dengan skor 21-13 sebelum menutup pertandingan melalui kemenangan 21-18.
Hasil tersebut memastikan emas ketiga Indonesia sekaligus membuat Leo/Daniel mengawinkan gelar beregu dan individu.
Perjalanan mereka akhirnya membentuk cerita berbeda tentang kesempatan kedua dalam olahraga.
Pasangan yang pernah dipisahkan karena performa stagnan itu kini justru berdiri sebagai juara Asian Games.
Dari keputusan bongkar pasangan, cedera, reuni, hingga dua medali emas, perjalanan Leo/Daniel akhirnya lengkap.
Mereka bukan hanya kembali bersama, tetapi juga kembali membawa Indonesia ke podium tertinggi Asian Games.***

