POJOKSATU.id - Pemandangan jalan berlubang bukan lagi hal asing di Indonesia. Dari gang kecil sampai jalan raya utama, lubang-lubang di aspal seolah jadi “jebakan” sehari-hari bagi pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

Masalahnya, banyak yang masih menganggap hal ini sepele. Padahal, melintasi jalan rusak bisa menimbulkan risiko serius, mulai dari perjalanan tidak nyaman hingga kecelakaan fatal.

Apalagi saat musim hujan, genangan air sering menutupi lubang sehingga pengendara tak sempat menghindar.

Baca Juga: Gugup Saat Presentasi, Empat Cara Sederhana Ini Bikin Mahasiswa Lebih Percaya Diri di Depan Umum

Tak sedikit kasus kecelakaan tunggal maupun tabrakan terjadi karena pengendara kehilangan kendali saat berusaha menghindari atau justru terperosok ke dalam lubang jalan.

Risiko ini juga meningkat saat malam hari ketika pandangan terbatas.

Namun, bahaya jalan berlubang tak berhenti di situ. Melintasinya terlalu sering bisa memperpendek usia berbagai komponen motor.

Baca Juga: Whoosh Buat Defisit Rp 6 Triliun Keuangan Tiap Tahun, Luhut Pandjaitan Jokowi Harus Tanggung Jawab

Shockbreaker, pelek, hingga sistem kemudi dapat rusak karena benturan keras yang berulang. Itulah mengapa penting untuk mengenali bagian mana saja yang paling rentan agar Anda bisa mencegah kerusakan lebih dini.

Mengutip dari fdrtire.com, berikut beberapa komponen motor yang paling sering terdampak akibat sering melintasi jalan berlubang:

1. Ban
Benturan keras dapat menyebabkan ban benjol karena serat nilon di dalamnya putus. Risiko ini makin tinggi jika Anda menabrak lubang dalam kecepatan tinggi.

Baca Juga: Mau Cuan Tapi Aman? ini Dia Trik Diversifikasi Biar Investasimu Gak Boncos

Jika ban sudah benjol, segera ganti karena bisa menyebabkan pecah ban di tengah jalan.

2. Pelek (Velg)
Pelek bisa retak, penyok, atau bengkok. Untuk pelek jari-jari, biasanya perlu penyetelan ulang, sedangkan pelek palang bisa dipress.

Tapi jika sudah retak, sebaiknya segera diganti demi keselamatan.

3. Laher (Bearing Roda)
Laher roda bisa jadi oblak akibat benturan keras. Tandanya, motor terasa oleng saat dikendarai.

Baca Juga: Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Bangkitkan Kembali Semangat Leluhur Caruban Nagari

Jika ini terjadi, segera ganti agar roda tetap stabil dan perjalanan aman.

4. Komstir (Setang Kemudi)
Ketika komstir rusak, setang akan terasa longgar atau goyang, terutama saat mengerem depan.

Penyetelan ulang bisa jadi solusi sementara, tapi menggantinya akan lebih aman.

5. Shockbreaker
Komponen ini bertugas meredam getaran. Namun, jika terlalu sering “menghantam” jalan berlubang, daya redamnya akan menurun.

Baca Juga: Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2025 Dukung Mahasiswa yang Peduli Lingkungan Hijau dan Inovasi Baru!!

Hasilnya, motor terasa keras dan tidak nyaman. Jika sudah demikian, segera servis atau ganti dengan yang baru.

Melintasi jalan berlubang memang sulit dihindari, apalagi di wilayah dengan kondisi jalan yang belum merata.

Namun, memahami risikonya membuat Anda bisa lebih waspada dan melakukan perawatan motor secara berkala.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Peringatkan Pengembang Lahan TPU Menipis, PSU Harus Segera Diserahkan

Ingat, menjaga kondisi motor sama pentingnya dengan menjaga keselamatan diri.

Jadi, jangan biarkan jalan berlubang menjadi ancaman diam-diam yang bisa merugikan Anda di kemudian hari. ***